SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk Meningkatkan Komunikasi Matematis dan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas X MIA 3 SMA Negeri 2 Batu Pada Materi Fungsi

Rahma Aulia Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan selama pelaksanaan KPL pada bulan Agustus hingga September 2016 di SMA Negeri 2 Batu diketahui bahwa pembelajaran di kelas X MIA 3 dilaksanakan dengan guru menjelaskan materi yang akan dipelajari dan memberikan beberapa contoh soal yang berhubungan dengan materi tersebut. Selanjutnya guru memberikan beberapa soal latihan dan meminta peserta didik mengerjakan latihan soal yang diberikan. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan terus menerus sehingga mengakibatkan kebosanan pada peserta didik dalam mengikuti pembelajaran matematika. Hal ini juga mengakibatkan peserta didik tidak dapat mengomunikasikan matematika dalam bentuk lisan maupun tulisan dengan tepat dan benar. Komunikasi matematis yang rendah juga dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, diperlukan suatu pembelajaran yang dapat memperbaiki dan meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan hasil belajar peserta didik. Salah satu pembelajaran yang tepat adalah pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI).

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI)yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan hasil belajar peserta didik. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X MIA 3 SMA Negeri 2 Batu tahun ajaran 2016/2017. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi: 1) proses kegiatan pembelajaran, 2) hasil observasi aktivitas guru dan peserta didik selama proses pembelajaran yang berpedoman pada lembar observasi, 3) hasil catatan lapangan, 4) Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), 5) kuis, dan 6) hasil tes akhir siklus.

Pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) pada materi fungsi yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dan hasil belajar peserta didik kelas X MIA 3 SMA Negeri 2 Batu dilakukan dengan langkah yaitu: (1) placement test yaitu pemberian tes yang akan digunakan sebagai skor awal pembagian kelompok, (2) student creativeyaitu peserta didik diberikan beberapa masalah yang berhubungan dengan materi prasyarat untuk mengukur pemahaman peserta didik, (3) teamyaitu peserta didik dibagi dalam beberapa kelompok yang heterogen berdasarkan nilai placement test, (4) team study methodyaitu peserta didik berdiskusi dengan kelompok untuk memahami materi dengan menggunakan LKPD, (5) teaching groupsyaitu guru memberikan bimbingan kepada peserta didik dalam kelompok-kelompok maupun di depan kelas, (6) whole class unitsyaitu peserta didik mempresentasikan hasil diskusi yang telah dilakukan, (7) fact testadalah pemberian tes pada setiap akhir pertemuan dan setiap akhir siklus untuk mengukur hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, dan (8) team scores and team recognition adalah pembagian penghargaan kelompok yang dilaksanakan setiap akhir siklus sesuai dengan poin peningkatan kelompok berdasarkan skor yang diperoleh peserta didik dalam mengerjakan kuis.

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis peserta didik berdasarkan hasil pengerjaan LKPD dari 34,67% peserta didik dengan komunikasi matematis tinggi pada siklus I meningkat menjadi 80,65% peserta didik dengan komunikasi matematis tinggi pada siklus II. Hasil belajar peserta didik berdasarkan rata-rata nilai kuis 67,21pada siklus I meningkat menjadi 76,06 pada siklus II. Hasil belajar peserta didik juga meningkat berdasarkan tes akhir yaitu 38,71% peserta didik mencapai nilai minimal 75 pada siklus I menjadi 77,42% peserta didik pada siklus II. Hasil aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran berada pada kategori sangat baik pada siklus I dan siklus II. Aktivitas guru selama proses pembelajaran juga berada pada kategori sangat baik pada siklus I dan siklus II.