SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Berpikir Kritis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau dari Gaya Berpikir

Lina Julia Agnia

Abstrak


ABSTRAK

 

Agnia, Lina Julia. 2017. Berpikir Kritis Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal PISA Ditinjau dari Gaya Berpikir. Skripsi. Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Subanji, M.Si

 

Kata kunci: Berpikir kritis, penyelesaian masalah, soal PISA, gaya berpikir.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir kritis siswa dengan gaya berpikir sekuensial konkret (SK), sekuensial abstrak (SA), acak konkret (AK), dan acak abstrak (AA). Soal yang dipilih adalah soal PISA. Selanjutnya untuk mempermudah pendeskripsian berpikir kritis maka unsur berpikir kritis yang digunakan yaitu focus, reason, inference, situation, clarity, dan overview.

Peneliti memberikan tes gaya berpikir John Le Tellier kepada kelas X MIPA 2 SMA Laboratorium UM. Selanjutnya untuk mendeskripsikan berpikir kritis secara kualitatif dipilih masing-masing satu siswa SK, SA, AK, AA. Setelah itu peneliti memberikan dua soal PISA kepada empat siswa. Untuk melengkapi informasi, maka peneliti melakukan wawancara dengan keempat subjek.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa SK pada unsur focusmemahami masalah dan memberikan alasan (reason) yang relevan pada setiap langkah penyelesaian. Subjek menyelesaikan masalah berdasarkan pengalaman sebelumnya, menghitung dengan benar dan membuat kesimpulan (inference) sesuai dengan masalah yang harus diselesaikan beserta penjelasannya (clarity). Subjek mengetahui situasi (situation) dengan baik, akan tetapi tidak mempunyai alternatif penyelesaian dan meninjau kembali (overview) dari awal hingga akhir.

Siswa SA pada unsur focusmemahami masalah dan memberikan alasan (reason) yang relevan pada setiap langkah penyelesaian. Subjek menyelesaikan masalah berdasarkan pengalaman, menghitung dengan benar dan membuat kesimpulan (inference) sesuai dengan masalah yang harus diselesaikan beserta penjelasannya (clarity). Subjek mengetahui situasi (situation) dengan baik, akan tetapi tidak mempunyai alternatif penyelesaian dan meninjau kembali (overview) hanya pada soal yang jawabannya dianggap meragukan.

Siswa AK pada unsur focus memahami masalah dan memberikan alasan (reason) yang relevan pada setiap langkah penyelesaian. Subjek menyelesaikan masalah menggunakan caranya sendiri, menghitung dengan benar dan membuat kesimpulan (inference) sesuai dengan masalah yang harus diselesaikan beserta penjelasannya (clarity). Subjek mengetahui situasi (situation) dengan baik dan mempunyai alternatif penyelesaian untuk soal 2 sertameninjau kembali (overview) dari awal hingga akhir.

Siswa AA pada unsur focusmemahami masalah dan memberikan alasan (reason) yang relevan pada setiap langkah penyelesaian. Subjek menyelesaikan masalah menggunakan caranya sendiri, menghitungdengan benar dan membuat kesimpulan (inference) sesuai dengan masalah yang harus diselesaikanhanya pada soal 2. Subjek mengetahui situasi (situation) dengan baik, mempunyai alternatif penyelesaian untuk kedua soal, namun tidak meninjau kembali (overview).