SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Model Learning Cycle 5E Materi Teorema Pythagoras untuk Siswa SMP Kelas VIII

QOIMATUS SAADAH

Abstrak


Matematika merupakan ilmu dasar yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan, namun kenyataannya banyak siswa yang menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan. Salah satu materi yang dianggap sulit oleh siswa adalah materi teorema Pythagoras. Masalah tersebut dapat diminimalisir dengan model pembelajaran yang digunakan. Model yang dipilih harus bisa memfasilitasi siswa untuk menemukan konsep sendiri, sehingga siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dipilih model Learning cycle 5E yang merupakan salah satu model pembelajaran dengan paradigma konstruktivistik yang melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran melalui 5 tahap yaitu engagement, exploration, explanation, elaboration,  dan evaluation.

Model yang dipilih dalam kegiatan pembelajaran akan lebih efektif jika ditunjang oleh perangkat yang sesuai. Perangkat yang sesuai dengan model dan materi ini adalah LKS yang dilengkapi dengan alat peraga untuk menemukan teorema Pythagoras. Maka tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran dengan model Learning cycle 5E pada materi teorema Pythagoras untuk siswa kelas VIII yang valid, praktis, dan efektif.

Model pengembangan pada penelitian ini diadaptasi dari model Plomp yang dimodifikasi. Tahap pengembangan pada model Plomp terdiri dari lima fase yaitu: (1) fase investigasi awal, (2) fase desain, (3) fase realisasi/konstruksi, (4) fase tes, evaluasi, dan revisi (5) fase implementasi. Namun, pada pengembangan perangkat ini hanya dilakukan sampai fase keempat yaitu fase evaluasi, tes, dan revisi. Adapun perangkat yang dikembangkan adalah LKS dan RPP dengan model Learning cycle 5E.

Berdasarkan hasil validasi dari seorang dosen dan guru matematika, diperoleh bahwa skor rata-rata kevalidan LKS sebesar 3,755 dan skor rata-rata kevalidan RPP sebesar 3,705. Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka LKS dan RPP yang dikembangkan dinyatakan valid untuk selanjutnya siap diuji cobakan. Uji coba LKS dilakukan kepada 9 siswa SMP. Data yang diperoleh dari kegiatan uji coba terdiri dari hasil uji kepraktisan LKS dan RPP yang diisi oleh guru praktisi, serta hasil tes uji kompetensi dan hasil angket respon siswa yang diisi oleh siswa.

Hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa skor rata-rata kepraktisan LKS sebesar 3,585  dan skor rata-rata kepraktisan RPP sebesar 3,585. Dengan demikian, perangkat yang dikembangkan dikatakan praktis. Sedangkan hasil uji kompetensi siswa menunjukkan lebih dari atau sama dengan 80% siswa mendapatkan nilai di atas Standar Ketuntasan Minimal. Selanjutnya angket respon siswa menunjukkan bahwa lebih dari atau sama dengan 80% siswa memberikan skor rata-rata ≥3. Dari kedua hal tersebut dapat disimpulkan bahwa perangkat termasuk kategori efektif.