SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) bercirikan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)

Wulida Arina Najwa

Abstrak


ABSTRAK

Najwa, Wulida Arina. 2016. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Bercirikan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Skripsi, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Lathiful Anwar, S.Si, M.Sc.

Kata Kunci: Pengembangan, Lembar Kegiatan Siswa, PMRI

Menurut Salirawati (2014:2) salah satu komponen yang penting dalam sistem pembelajaran adalah keberadaan bahan ajar bagi peserta didik. Bahan ajar yang mendukung keaktifan siswa diantaranya adalah Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang memuat langkah – langkah pemecahan masalah. Namun, berdasarkan hasil observasi dan analisis, pada beberapa LKS hanya berisikan rangkuman materi, contoh soal, dan latihan soal, bukan berisi aktivitas konstruk konsep yang berbasis pemecahan masalah kontekstual. Oleh karena itu, peneliti ingin mengembangkan bahan ajar berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Bercirikan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI).

Lembar Kegiatan Siswa (LKS) bercirikan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) adalah Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang  mencerminkan penggunaan enam karakteristik Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada aktivitas yang termuat dalam Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Enam karakteristik Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) yaitu Penggunaan konteks pada eksplorasi, penggunaan model, penggunaan kreasi dan kontribusi siswa, interaktifitas, keterkaitan, menggunakan karakteristik alam dan budaya Indonesia.

Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah model dari penelitian pengembangan Plomp. Langkah – langkah pengembangannya menurut Hobri (2010:17) yaitu (1) tahap investigasi awal, (2) tahap perencanaan, (3) tahap realisasi, (4) tahap tes, evaluasi, revisi. Terdapat tiga kali uji dalam pengembangan ini, yaitu (1) Uji Kevalidan, (2) Uji Kepraktisan, dan (3) Uji Keefektifan. Uji kevalidan dilakukan oleh dua validator yaitu Validator ahli yang terdiri dari satu orang dosen matematika dan Validator praktisi yang terdiri dari satu orang guru matematika. Sedangkan untuk uji kepraktisan, peneliti menggunakan lembar observasi kegiatan siswa yang diisi oleh dua observer, yaitu satu orang guru matematika dan satu orang mahasiswa matematika. Uji keefektifan dilakukan dengan menggunakan tes yang dilakukan pada 23 orang siswa kelas X sebagai subjek uji coba.

Berdasarkan analisis data, diperoleh hasil yaitu: (1) skor kevalidan LKS adalah 3,5 dengan kriteria valid, (2) uji kepraktisan dinyatakan praktis berdasarkan lembar angket respon siswa dengan skor 3,3 dengan kriteria positif serta lembar observasi siswa dengan skor  3,45 dengan kriteria aktif, (3) uji keefektifan berdasarkan hasil tes menunjukan 82,6% siswa dikelas mendapat nilai diatas KKM yaitu 75. Untuk penyempurnaan produk yang dikembangkan, penulis tetap melakukan revisi berdasarkan saran dari validator dan hasil uji coba LKS yang dikembangkan.