SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Pembelajaran Problem Posing untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas VII-E SMP Negeri 8 Malang pada Materi Statistika dan Peluang

Bertha Maya Anika

Abstrak


ABSTRAK

Anika, Bertha Maya. 2016. Penerapan Pembelajaran Problem Posing untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas VII-E SMP Negeri 8 Malang pada Materi Statistika dan Peluang. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. M. Shohibul Kahfi, M.Pd

Kata Kunci: problem posing, kemampuan pemecahan masalah, statistika, peluang

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru matematika kelas VII-E SMP Negeri 8 Malang, diperoleh informasi bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa masih kurang. Siswa kesulitan menyelesaikan soal-soal aplikasi atau soal yang membutuhkan beberapa langkah pengerjaan. Dari 32 siswa kelas VII-E, 24 di antaranya tidak dapat menyelesaikan ulangan harian materi transformasi yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah. Oleh karena itu, diperlukan suatu pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII-E. Pembelajaran yang diterapkan adalah problem posing yang disesuaikan dengan kurikulum 2013 melalui pendekatan saintifik.

Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang berjalan selama dua siklus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran problem posing yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII-E SMP Negeri 8 Malang. Data yang dikumpulkan berupa data kualitatif dan kuantitatif, yaitu hasil observasi selama proses pembelajaran yang berpedoman pada lembar observasi dan catatan lapangan, serta hasil skor LKS dan hasil skor tes akhir siklus.

Data hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII-E meningkat setelah menerapkan pembelajaran problem posing. Peningkatan tersebut diketahui dari peningkatan skor LKS dan tes akhir pada siklus I dibandingkan dengan pada siklus II. Persentase ketuntasan siswa secara klasikal dari hasil skor LKS siklus I adalah 32,2% pada pertemuan pertama dan 58% pada pertemuan kedua. Persentase ketuntasan siswa secara klasikal dari hasil skor LKS siklus II adalah 87% pada pertemuan pertama dan 90,3% pada pertemuan kedua. Sedangkan, persentase ketuntasan siswa secara klasikal dari hasil tes akhir siklus adalah 58% pada siklus I dan 77,4% pada siklus II. Peningkatan ini juga didukung oleh hasil observasi aktivitas guru dan siswa dengan kategori minimal baik, pada siklus I maupun siklus II.

Berdasarkan penelitian tersebut, didapatkan langkah-langkah pembelajaran problem posing yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII-E SMP Negeri 8 Malang adalah sebagai berikut. (1) Guru menjelaskan contoh-contoh penerapan materi statistika dan peluang kepada siswa, disertai pemberian uraian singkat pada lembar kegiatan siswa (LKS) (2) siswa mengerjakan latihan soal, kemudian dibahas secara klasikal untuk mengonfirmasi dan menguatkan pemahaman materi (3) siswa secara individual mengajukan soal terkait materi yang baru dipelajari, kemudian siswa menyelesaikan soal buatannya tersebut, (4) beberapa siswa mempresentasikan soal yang telah diselesaikannya tersebut di depan kelas, (5) guru memberikan tugas rumah untuk siswa kerjakan secara individual sebagai latihan soal.