SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

INTELLIGENT TUTORING SYSTEM UNTUK IDENTIFIKASI TINGKAT PEMAHAMAN MATERI FUNGSI SISWA SMP KELAS VIII

Yuni Rosita Dewi

Abstrak


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia membentuk kurikulum baru yang disebut Kurikulum 2013 atau K13 untuk meningkatkan prestasi peserta didik. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi prestasi peserta didik selain kurikulum, antara lain yaitu faktor guru, faktor pemahaman siswa serta alat bantu yang mendukung, misalnya komputer. Komputer yang diberi kecerdasan buatan berupa Intelligent Tutoring System (ITS) berbasis sistem pakar bisa dimanfaatkan di dunia pendidikan bahkan di materi matematika misalnya fungsi. Fungsi dijadikan masalah karena merupakan materi dasar  yang akan digunakan di materi selanjutnya bahkan di mata pelajaran lainnya. Dengan adanya ITS, siswa bisa belajar mandiri bahkan ketika guru berhalangan hadir karena kepakaran guru sudah dipindah ke ITS. Tujuan pengembangan program Intelligent Tutoring System adalah mengidentifikasi tingkat pemahaman materi fungsi siswa SMP kelas VIII yang valid dan praktis.

Proses penelitian dan pengembangan dalam pembuatan aplikasi ini menggunakan aplikasi adobe flash dengan metode Four D-Model yang direkomendasikan oleh Thiagarajan dkk (1974). Tahap-tahap dalam model pengembangan ini terdiri dari mendefinisikan (define), merancang (design), mengembangkan (develop), dan menyebarluaskan (disseminate). Tahap keempat yaitu menyebarluaskan (disseminate) hanya dilakukan lingkup terbatas pada SMP Laboratorium UM karena masih dalam tahap penelitian.

Produk yang dihasilkan berupa Prototype aplikasi bernama Function Crush. Aplikasi ini telah diuji kevalidan dan kepraktisannya oleh validator dan pengguna selama penelitian. Hasil validasi ahli materi dan ahli media didapatkan nilai 4,495 dari nilai valid sempurna 5, atau sekitar 89,9%. Sedangkan hasil uji kepraktisan dari segi guru matematika SMP Laboratorium UM didapat tingkat kepraktisan 4,44 dari nilai praktis sempurna 5, atau sekitar 88,8%. Sementara hasil uji kepraktisan dari segi siswa adalah 4,325 dari nilai praktis sempurna 5 atau sekitar 86,5%. Berdasarkan hasil dan presentase tersebut, diketahui bahwa aplikasi Function Crush dengan Intelligent Tutoring System yang dikembangkan valid dan praktis serta layak digunakan di dunia pendidikan.