SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penggunaan Benda Nyata untuk Memahamkan Materi Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai Melalui Pembelajaran RME Bagi Siswa Kelas VII MTs Munir Ismail

Fatimatuz Zahro'

Abstrak


Kata Kunci: Penggunaan Benda Nyata, Pembelajaran RME

Siswa MTs Munir Ismail mengalami kesulitan dalam membedakan konsep perbandingan senilai dan berbalik nilai karena siswa tidak memahami konsep secara benar sehingga siswa tidak dapat menyelesaikan permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan benda nyata yang dapat memahamkan materi perbandingan senilai dan berbalik nilai melalui pembelajaran RME bagi siswa kelas VII MTs Munir Ismail.

Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I terdiri dari lima pertemuan, dan siklus II terdiri dari tiga pertemuan. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan penelitian yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIB MTs Munir Ismail.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah penggunaan benda nyata (kacang) yang dapat memahamkan materi perbandingan senilai adalah dengan cara memasukkan kacang pada bungkus dengan tiap bungkus berisi jumlah yang sama, dilanjutkan dengan mencatat jumlah kacang jika bungkus berjumlah 1, 2, 3 dst sesuai dengan tabel isian. Langkah-langkah penggunaan benda nyata (kacang) yang dapat memahamkan materi perbandingan berbalik nilai adalah dengan cara membagi kacang dengan jumlah tertentu pada bungkus dengan isi tiap bungkus telah ditentukan, dilanjutkan menghitung banyak bungkus yang diperlukan kemudian dicatat pada tabel.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa langkah-langkah penggunaan benda nyata untuk memahamkan materi perbandingan senilai dan berbalik nilai melalui pembelajaran RME adalah (1) Kegiatan Pendahuluan, yaitu menggali kemampuan prasyarat dan motivasi, (2) memahami masalah kontekstual, yaitu siswa memahami masalah masalah yang diberikan berada pada LKS berupa tabel yang harus diisi dengan data yang dapat diperoleh dengan melakukan percobaan/ tindakan menggunakan benda nyata, (3) menyelesaikan masalah kontekstual, yaitu siswa melakukan percobaan/ tindakan menggunakan benda nyata untuk memperoleh data, melakukan perhitungan data dan memanfaatkan hasil kerja siswa untuk menemukan konsep (4) membandingkan dan mendiskusikan jawaban, yaitu siswa mempresentasikan hasil diskusi melalui diskusi kelas, (5) menyimpulkan, yaitu siswa memberikan kesimpulan terhadap masalah dengan menghubungkan ke situasi nyata.

Hasil penelitian menunjukkan tes akhir siklus I diperoleh 71,4 % siswa memperoleh kurang dari KKM. Pada siklus II diperoleh 14,3% siswa memperoleh kurang dari KKM.  Dengan demikian kriteria keberhasilan penelitian telah tercapai pada siklus II.