SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Kedudukan Relatif Dua Lingkaran dengan Pendekatan Saintifik untuk Siswa Kelas XI

Nindy Mustika Wandani

Abstrak


ABSTRAK

Wandani, Nindy Mustika. 2016. Pengembangan Multimedia Interaktif Materi Kedudukan Relatif Dua Lingkaran dengan Pendekatan Saintifik untuk Siswa Kelas XI. Skripsi, Jurusan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Syaiful Hamzah Nasution, S.Si, S.Pd, M.Pd.

Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Kedudukan Relatif Dua Lingkaran

Paradigma kontruktivisme merupakan paradigma yang dianut konsep belajar pada saat ini. Paradigma konstruktivisme tercermin dalam kurikulum 2013 yang menuntut guru menggunakan pendekatan saintifik. Hasil wawancara menunjukkan adanya masalah yaitu siswa susah memahami konsep kedudukan relatif dua lingkaran secara mandiri. Siswa hanya bisa mengerjakan soal tanpa bisa menjelaskan bagaimana konsep kedudukan relatif dua lingkaran tersebut diperoleh, padahal kurikulum 2013 menuntut siswa dapat mengonstruksi konsep secara mandiri sesuai paradigma konstruktivisme melalui pendekatan saintifik. Media pembelajaran yang digunakan di sekolahdalam pembelajaran materi kedudukan relatif dua lingkaran masih berupa power point yang berisi ringkasan materi dari buku teks yang masih bersifat memberi dan belum bersifat kontruktivis. Hal ini menyebabkan siswa cenderung pasif dan bosan sehingga hasil belajar tidak maksimal.Hasil observasi menunjukkan siswa lebih memperhatikan apabila guru menyampaikan materi melalui media elektronik dibandingkan melalui ceramah, papan tulis, atau tanya jawab.  Berkaitan dengan hal tersebut, maka dilakukan penelitian pengembangan multimedia interaktif materi kedudukan relatif dua lingkaran dengan pendekatan saintifik untuk siswa kelas XI.

Penelitian pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan produk multimedia interaktif materi kedudukan relatif dua lingkaran dengan pendekatan saintifik yang valid, praktis, dan efektif.Model penelitian pengembangan ini mengacu pada model Lee dan Owens yang meliputi: (1) Assesment/analysis yang terdiri darineed assesment dan front-end analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, dan (5) Evaluation.Produk yang telah dikembangkan divalidasi ke validator ahli materi dan ahli media. Uji coba praktisi lapangan kepada guru dan siswa melalui evaluasi satu lawan satu, evaluasi kelompok kecil, dan evaluasi lapangan. Sedangkan uji efektifitas dilakukan dengan memperhatikan nilai kuis yang diperoleh siswa setelah menggunakan produk.Data kualitatif berupa kritik, saran, dan pendapat umum dijadikan bahan pertimbangan dan revisi demi penyempurnaan produk yang dikembangkan.

Berdasarkan hasil uji coba diperoleh hasil 90,67% dari validator ahli materi dan 90% dari validator ahli media, 90% praktisi lapangan oleh guru, 90,6% evaluasi satu lawan satu, 93% evaluasi kelompok kecil, 93,78% evaluasi lapangan, dan 93,75% pada uji efektifitas berdasarkan persentase ketuntasan nilai kuis pada evaluasi lapangan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa produk multimedia interaktif materi kedudukan relatif dua lingkaran dengan pendekatan saintifik yang telah dikembangkan valid, praktis, dan efektif.