SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2012

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PEMBELAJARAN BERBANTUAN SOFTWARE CABRI II PLUS UNTUK MEMAHAMKAN SISWA KELAS VII-E SMP NEGERI 3 BANGIL PADA POKOK BAHASAN GARIS DAN SUDUT

Majida Noviyanti

Abstrak


ABSTRAK

 

Noviyanti, Majida. 2012. Pembelajaran Berbantuan Software Cabri II Plus untuk Memahamkan Siswa Kelas VII-E SMP Negeri 3 Bangil pada Pokok Bahasan Garis dan Sudut. Skripsi, Jurusan Matematika, Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. Gatot Muhsetyo, M.Sc., (II) Drs. Muchtar Abdul Karim, M.A.

 

Kata Kunci: Software Cabri II Plus, pemahaman siswa, garis dan sudut

 

Berdasarkan data yang dihimpun, diketahui bahwa siswa kelas VII-E SMPN 3 Bangil cenderung melakukan kesalahan konsep mengenai garis dan sudut. Permasalahan ini memotivasi peneliti untuk melakukan upaya perbaikan dengan menerapkan pembelajaran berbantuan media manipulatif virtual Software Cabri II Plus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah pembelajaran menggunakan Software Cabri II Plus dan bagaimana pemahaman siswa selama pembelajaran dengan menggunakan Software Cabri II Plus di kelas VII-E SMPN 3 Bangil Tahun Akademik 2011/2012.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek pembelajaran adalah kelas VII-E. Penelitian diadakan pada tanggal 13 Maret 2012 sampai 4 April 2012. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Analisis data diperoleh dari dokumen skor siswa pada ulangan sebelumnya dan skor UTS, hasil lembar kerja kelompok siswa, hasil pengamatan, dan hasil evaluasi siswa.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I, rata-rata kelas sebesar 68.15 dan untuk siklus II sebesar 77.45. Pada siklus I, siswa masih belum memiliki pemahaman yang diharapkan dan pembelajaran belum dikatakan berhasil karena dengan Standar Ketuntasan Minimal 75, ketuntasan klasikal sebesar 40% belum mencapai sekurang-kurangnya 50% dari keseluruhan siswa dan rata-rata kelas kurang dari SKM. Diadakannya siklus II adalah sebagai upaya perbaikan dari siklus I dengan materi yang sama seperti siklus I. Pada siklus II, diperoleh ketuntasan klasikal lebih dari 50% dari keseluruhan siswa yaitu 57.5% dan rata-rata kelas lebih dari SKM sehingga pembelajaran dapat dikatakan berhasil memahamkan siswa.

Berdasar hasil temuan pada penelitian ini, beberapa saran ditujukan untuk meningkatkan pembelajaran, yaitu (1) menggunakan media manipulatif dalam pengaturan pembelajaran sebagai alternatif pembelajaran untuk memahamkan konsep kepada siswa, (2) menggunakan waktu secara efektif dan hati-hati kerena pada saat diskusi kelompok dan memanipulasi media membutuhkan waktu yang lama, dan (3) mempersiapkan bahan ajar dan lembar kerja yang rinci dan jelas sehingga mampu membimbing siswa dalam memahami konsep.