SKRIPSI Jurusan Matematika - Fakultas MIPA UM, 2008

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh metode silih tanya model kompetisi gugur bersemi terhadap prestasi belajar matematika kelas VIII di SMP Negeri 15 Malang

Windi Saputri

Abstrak


Perkembangan dunia pendidikan saat ini melaju pesat. Banyak perhatian khusus diarahkan kepada perkembangan dan kemajuan pendidikan,khususnya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Pendidikan adalah pondasi utama dalam mengelola dan mencetak sumber daya manusia yang handal dan berwawasan sehingga mampu untuk menjawab tantangan di masa depan. Oleh karena itu perlu adanya upaya merancang dan membangun suasana kelas dengan memasukkan unsur kreatif, kompetitif dan kooperatif.

Sehubungan dengan upaya merancang dan membangun suasana kelas dengan memasukkan unsur kreatif, kompetitif dan kooperatif maka paradigma pendidikan harus berubah yang semula "banyak mengajari" menjadi " banyak membantu siswa untuk belajar", semula guru yang aktif berubah menjadi siswa yang aktif. Selama ini pembelajaran matematika di SMP Negeri 15 Malang masih banyak didominasi oleh guru. Pembelajaran ini kurang bisa membuat siswa menjadi kreatif. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti mencoba menerapkan pembelajaran matematika dengan metode silih tanya model gugur bersemi. Diharapkan pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran matematika dengan metode silih tanya model gugur bersemi terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan Post Test - One Group Control Design. Populasi penelitian ini adalah kelas VIII SMP Negeri 15 Malang yang terdiri dari 6 kelas paralel. Kelas eksperimen adalah kelas VIII-C yang mendapat pembelajaran dengan metode silih tanya model gugur bersemi, sedangkan kelas kontrol adalah kelas VIII-F yang mendapat pembelajaran biasa.

Uji prasyarat analisis yang digunakan adalah Uji Normalitas, Uji Homogenitas dan Uji Perbedaan dua rata-rata. Sedangkan uji hipotesis yang digunakan adalah uji t dua ekor. Berdasarkan hasil analisis hipotesis dengan uji t diperoleh P-Value < . Jadi H0 ditolak dengan kata lain H1 diterima, berarti hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.

Hasil dari aktivitas silih tanya diperoleh yaitu: (1) dihasilkan 341 soal yang telah diajukan siswa; (2) dari 341 soal tersebut, 388 soal dapat dikerjakan dan 3 soal yang tidak bisa dikerjakan. Dari 341 soal, ada 332 soal dengan kunci jawaban benar dan 9 soal dengan kunci jawaban salah. 341 soal yang diajukan terdapat 155 soal mengubah di buku dan 186 soal mengambil langsung dari buku serta tidak ada soal yang dibuat sendiri.

Teks Penuh: DOC PDF