SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kondisi Kerja Non Fisik Terhadap Kepuasan Karyawan (Studi Pada Karyawan Bagian Pengantaran dan Pelayanan Kantor Pos Malang)

Rifan Wijaya

Abstrak


Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kondisi Kerja Non Fisik Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Bagian Pengantaran dan Pelayanan Kantor Pos Malang)

 

Rifan Wijaya

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang, HP. 081908960106.

rifanwijaya35@gmail.com

Elfia Nora, S.E., M.Si.

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang, HP. 081233008014

elfia.nora@feum.ac.id

 

Abstract: This research aims to (1) describe the condition of the emotional quotient, non-physical work environment, and job satisfaction variables, (2) describe whether or not the variables of emotional quotient and non-physical work environment have positively significant effects on the employees’ satisfaction in Kantor Pos Malang. This research used a quantitative approach with multiple linear regression analysis. The population was the employees of the Department of Service and Shipment in Kantor Pos Malang. The sample of 73 people was taken by utilising the proportional random sampling technique. Questionnaires were used as the instrument to collect the data. Based on the data analysis results, it was known that (1) emotional quotient has a positively significant effect towards the job satisfaction of Kantor Pos Malang’s employees, and (2) non-physical work environment also has a positively significant effect towards the job satisfaction of Kantor Pos Malang’s employees. The researcher emphasizes how essential it is to apply the emotional quotient at work as well as maintaining a healthy work environment, especially in improving the relationship with colleagues in Kantor Pos Malang in order to be a company that fulfills its employees’ needs of comfort in its daily operation.

Keywords: Emotional Quotient, Non-Physical Work Environment, Job Satisfaction

 


Perkembangan bisnis ekspedisi sekarang ini semakin mengalami peningkatan. Pelayanan di bidang ekspedisi sangatlah membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam operasionalnya. Pekerjaan di bidang pengantaran dan pelayanan pada bisnis ekspedisi sangatlah membutuhkan kecerdasan emosional dan serta kondisi yang memungkinkan sehingga tercipta kepuasan kerja. Kepuasan kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berpengaruh, yaitu kecerdasan emosional dan kondisi kerja. Sebagaimana pendapat Cooper & Sawaf dalam Agustian (2001:289) mendefinisikan kecerdasan emosional merupakan kemampuan merasakan, memahami, dan secara efektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi. Goleman  (2001:164) menjelaskan “kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dalam hubungan dengan orang lain”. Seperti kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan ketrampilan sosial. Kecerdasan emosional bukan didasarkan pada kepintaran seorang anak melainkan pada suatu yang dahulu disebut “karakter” atau “karakteristik pribadi”.

Menurut Keither dan Kitnicki dalam buku Widodo (2015:170) mengatakan bahwa “kepuasan kerja adalah suatu efektivitas atau respon emosional terhadap berbagai pekerjaan”. Tidak hanya skill atau kemampuan kerja karyawan yang hanya mempengaruhi kepuasan karyawan dalam bekerja, tetapi juga bagaimana karyawan mengelola kepribadiannya sendiri yaitu melalui kecerdasan emosional. Mengelola kepribadian berarti juga mengelola perilaku di perusahaan. Sebagai contoh bagaimana karyawan menyikapi bila atasan memarahi bawahan. Contoh lain adalah bagaimana karyawan mengelola emosinya bila komputer kantor sedang mengalami gangguan. Jadi disini, kecerdasan emosional sangat berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja adalah dengan adanya kondisi kerja yang nyaman. Menurut Nitiseminto (2002:183) menjelaskan bahwa “lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang berada di sekitar pekerja, yang dapat mempengaruhi dirinya dalam melakukan pekerjaan”.

Salah satu teori yang diungkapkan oleh Mangkunegara dalam buku Widodo (2015:173) menyatakan bahwa “pegawai akan merasa puas apabila ia mendapatkan apa yang dibutuhkannya, makin besar kebutuhan pegawai terpenuhi, makin puas pula pegawai tersebut” .Widodo (2015: 176) menyebutkan bahwa “faktor penentu kepuasan kerja yaitu hubungan dengan atasan dan teman sekerja atau teman yang setara pekerjaannya”. Kondisi kerja ada bentuk fisik dan non fisik. Beberapa kondisi fisik yang berpengaruh contohnya adalah bagaimana tata letak meja dan kursi di ruangan, suhu ruangan, dsb. Tidak hanya kondisi fisik yang berpengaruh tetapi juga kondisi non fisik contohnya bagaimana hubungan dengan rekan kerja, hubungan dengan atasan. Kondisi non fisik adalah kondisi yang paling berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan. Semua itu sangat berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan.

Menurut Utami (2006: 245) menjelaskan bahwa “kecerdasan emosional dapat dipandang secara luas sebagai suatu keunggulan atau keistimewaan dan dapat di identifikasikan sebagai suatu penyampaian layanan relatif istimewa terhadap harapan pelanggan”. Goleman, dalam buku Agus Nggermanto yang berjudul Quantum Quotient; Kecerdasan Quantum (2005: 98), menjelaskan bahwa “kecerdasan emosi (Emotional Intelligence) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain”. Rumusan definisi yang berbeda dan kelihatan lebih sederhana dan aplikatif dari definisi diatas adalah sebagaimana yang dikemukakan oleh Steven J. Stein dan Howard E. Book yang mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai mengetahui perasaan-perasaan yang baik dan buruk, dan bagaimana untuk mendapatkan dari yang buruk itu menjadi baik. Kecerdasan emosional telah diterima dan diakui kegunaanya. Studi-studi menunjukkan bahwa seorang yang unggul dan memiliki EQ yang tinggi adalah orang-orang yang mampu mengatasi konflik di perusahaan atau organisasi.Permasalahan yang akan peneliti angkat adalah tentang bagaimana karyawan lewat kecerdasan emosionalnya dan dengan kondisi kerja yang ada, karyawan bisa merasakan kepuasan dalam bekerja.

Objek yang akan saya teliti yaitu karyawan bagian pelayanan dan pengantaran Kantor Pos Malang. Bagian pelayanan dan pengantaran adalah karyawan yang mengalami kondisi kerja yang berbeda-beda walaupun kita asumsikan kemampuan kecerdasan emosional mereka sama. Bagian pengantaran dan pelayanan ini tidak semuanya bekerja di dalam ruangan, terutama di bagian pengantaran yang sangat memungkinkan sepenuh hari bekerja di luar ruangan. Pada variabel kondisi kerja, peneliti akan memfokuskan pada hubungan antar karyawan yang setara dan karyawan dengan atasan. Bagi para karyawan mungkin ada beberapa karyawan yang nyaman diajak bekerja sama dan ada yang kesulitan untuk diajak bekerja sama. Kesulitan diajak bekerja sama adalah kendala untuk karyawan karena bekerja di perusahaan ekspedisi apalagi di bagian pengantaran dan pelayanan membutuhkan kerja sama tim.Pada variabel kepuasan kerja karyawan di Kantor Pos Malang, kendala yang mereka hadapi salah satunya adalah penghitungan Sistem Manajemen Kinerja Individu (SMKI). SMKI adalah sistem penghitungan kinerja yang dihitung oleh individu itu sendiri dan atasannya. Sistem ini adalah sebagai acuan insentif setiap bulannya. Penghitungan setiap bulannya bisa berbeda dari karyawan itu sendiri dan atasannya. Artinya bila karyawan sudah merasa bekerja dengan baik selama satu bulan, belum tentu atasan menilai karyawan sudah baik kinerjanya. Inilah yang menjadi faktor kepuasan kerja karyawan Kantor Pos Malang.

Penelitimengambilhipotesisberdasarkan tujuan penelitian yang telah ditetapkan di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan bagian pengantaran dan pelayanan pada Kantor Pos Malang dan (2) Kondisi kerja non fisik berpengaruh   positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan bagian pengantaran dan pelayanan di Kantor Pos Malang.

 

METODE PENELITIAN

Populasi dalam peneltian ini yaitu seluruh karyawan PT Pos Indonesia Cabang Malang bagian pelayanan dan antaran. Setelah melakukan studi pendahuluan dengan melakukan pengamatan dan wawancara terhadap HRD di Kantor Pos Malang ditemukan bahwa jumlah populasi karyawan bagian pelayanan dan antaran yang ada di Kantor Pos Malang adalah 90 orang dengan rincian bagian pelayanan sejumlah 35 orang dan bagian antaran sejumlah 55 orang.Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proporsional random sampling, Penghitungan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga ditemukan responden sejumlah 73.

 

Peneliti menggunakan kuisioner dan wawancara sebagai instrumen penelitian. Kuisioner yang akan penulis sebarkan merupakan jenis kuisioner yang bersifat tertutup, dimana hanya responden yang perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah ada. Sementara itu, skala yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert untuk lima alternatif jawaban dari ”sangat tidak setuju (1)” hingga ”sangat setuju (5)”.Selanjutnya, pada uji coba instrument skalastreskerjadigunakanvaliditaskonstruk. Validitaskonstrukdapatdicapaidenganmengkorelasikanantaraitemtotalnya. Teknik yang digunakanadalahproduct momentdaripearson. Pedomannilaiprobabilitas yang digunakan pada penelitiadalah 0,05. Jikanilaiprobabilitasnyalebihbesardari 0,05 (p>0,05) makaaitemtidak valid dan dinyatakangugur. Namundemikian, jikanilaiprobabilitasnyakurangdari 0,05 (p