SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Pembelajaran Teknologi Perkantoran Pada Kompetensi Dasar Menerapkan Prosedur Kegiatan Rapat (Teleconference) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi pada peserta didik kelas X OTKP di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen)

Latifa Neili Aviv

Abstrak


RINGKASAN

Latifa, N. A. 2019. Pengembangan Modul Pembelajaran Teknologi Perkantoran Pada Kompetensi Dasar Menerapkan Prosedur Kegiatan Rapat (Teleconference) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi pada peserta didik kelas X OTKP di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen). Skipsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. I Nyoman Suputra, M.Si.

Kata kunci : modul, teknologi perkantoran, pendekatan saintifik.

Perkembangan zaman menuntut pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pemerintah merevisi kurikulum 2013 untuk menjawab tuntutan zaman yang terus berkembang. Pada kurikulum ini peserta didik ditekankan untuk lebih mandiri dalam belajar. Maka dari itu dibutuhkan sumber belajar yang dapat menunjang kemandirian belajar peserta didik. Modul adalah salah satu alternatif bahan ajar. Modul pembelajaran adalah bahan ajar cetak yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri untuk mencapai indikator yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk

(1) menghasilkan produk berupa modul pembelajaran cetak Teknologi Perkantoran berbasis saintifik pada kompetensi dasar Menerapkan Prosedur Kegiatan Rapat (Teleconference) untuk kelas X OTKP SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen,

(2) mengetahui kelayakan modul Teknologi Perkantoran berbasis saintifik yang telah dikembangkan melalui hasil validasi ahli modul dan ahli materi,

(3) untuk mengetahui hasil belajar peserta didik yang menggunakan modul Teknologi Perkantoran berbasis saintifik dalam proses pembelajaran dan yang tidak menggunakan modul Teknologi Perkantoran berbasis saintifik.

Penelitian ini menggunakan metode Reserch and Development (R&D) dari Borg and Gall dalam Sugiyono yang dimodifikasi menjadi 8 langkah sebagai model pengembangannya. Uji coba dilakukan pada kelas X OTKP SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Validasi dilakukan oleh ahli modul dan ahli materi. Setelahnya diujicobakan pada kelompok kecil.

Produk yang dihasilkan berupa modul pembelajaran Teknologi Perkantoran berbasis saintifik. Modul ini dikembangkan dengan menggunakan tahap 5M, yaitu tahap Mengamati, Menanya, Menalar, Mencoba dan Mengkomunikasikan. Berdasarkan angket validasi modul, diperoleh data bahwa modul yang dihasilkan sangat valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Perbandingan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol.  Disimpulkan bahwa penggunaan modul Teknologi Perkantoran Menerapkan Prosedur Kegiatan Rapat (Teleconference) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

Saran untuk pengembangan modul lebih lanjut, diharapkan siswa menggunakan modul Teknologi Perkantoran berbasis saintifik agar dapat mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis dan analisis. Selanjutnya, pada penelitian pengembangan produk yang akan datang lebih memperkaya materi, soal-soal, serta ilustrasi yang bervariasi, penekanan pendekatan saintifik, dapat membuat produk dengan materi lain dengan bahasa komunikatif dan mudah dipahami peserta didik.

 

SUMMARY

Latifa, N. A. 2019. Development of learning module for Office Technology on basic competencies of implemanting meeting procedure  (Teleconference) to improve students learning outcomes (study on student X OTKP SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen). Sarjana's Thesis, Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. Advisor: Drs. I Nyoman Suputra, M.Si.

Keyword: module, office technology, scientific approach.

The development of the era demanded governments improve education quality. The government revised the 2013 curriculum to address the evolving demands of the times. In this curriculum, the students emphasized to be more self-reliant in learning. Therefore, it takes a learning resource that can support the independence of learning students. Modules are one of the alternative teaching materials. The learning module is a systematic and compelling printed teaching material that includes the material content, methods, and evaluations that can be used independently to achieve the established indicators. This research aims to

(1) produce a product in the form of a scientific approach office technology printing module on the basic competence of implementing the Meeting procedure (Teleconference) for class X OTKP SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen,

(2) Aware of the feasibility of a scientific approach office technology module that has been developed through the validation results of modules and expert materials,

(3) for learning outcomes of students using scientific approach office technology modules In the learning process and not use scientific approach office technology modules.

This research used research and development (R&D) method of Borg and Gall in Sugiyono which was modified to be 8 steps. The subject was conducted on class X OTKP SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen. Validation is carried out by module expert, materials expert, and in a small groups.

The result of this research is produced learning module office technology by using a scientific approach. This module was developed using 5M stage, they are observing, questioning, associating, experimenting and communicating. Based on the module validation, it is obtained data that the resulting module is very valid and feasible to be used in the learning process. The average comparison of student learning outcomes in experimental and control show if the experimental class is higher then control class.  It was concluded that the use of office Technology module implementing meeting activities procedure (Teleconference) can improve student learning outcomes.

 

Suggestions for further module development, students are expected to use scientific approach office technology modules in order to develop critical thinking skills and analysis. Furthermore, in the upcoming product development research more enriching materials, problems, as well as illustrations that vary, emphasis on scientific approaches, can make products with other materials with communicative language and easy Understand learners.