SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Media Mobile Learning Berbasis Android pada Mata Pelajaran Penataan Produk (Studi pada Kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran SMKN 1 Turen)

Wiji Indah Lestari

Abstrak


Pemberlakuan Kurikulum 2013 menyebabkan perubahan pola pembelajaran yang dulunya berpusat pada guru menjadi berpusat pada peserta didik. Guru tidak lagi menjadi subjek yang paling berkuasa, melainkan banyak kemampuan yang juga dapat diperoleh di luar lembaga pendidikan melalui berbagai informasi, seperti sesama teman atau orang lain, media elektronik dan media cetak. Adanya kegiatan prakerin di beberapa tempat yang berbeda secara tidak langsung mengurangi waktu belajar siswa kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran SMKN 1 Turen di sekolah, di sisi lain siswa dituntut untuk tetap mempelajari seluruh kompetensi dasar yang harus dicapai pada jenjang kelas XI tersebut. Namun, sangat tidak memungkinkan apabila siswa hanya mengandalkan modul yang disediakan dengan sistem peminjaman pada saat mata pelajaran berlangsung. Penelitian dan pengembangan media mobile learning berbasis Android pada Mata Pelajaran Penataan Produk yang diberi nama FixAndro ini adalah sebagai salah satu upaya dalam memfasilitasi siswa untuk aktif membentuk atau mengkonstruksi pengetahuan dengan baik, serta dapat dijadikan sebagai sumber atau media belajar di mana saja dan kapan saja yang dapat diakses dengan mudah.

Penelitian dan pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk:

(1) menghasilkan produk berupa media mobile learning berbasis Android pada Mata Pelajaran Penataan Produk;

(2) mengetahui tingkat kelayakan media mobile learning berbasis Android pada Mata Pelajaran Penataan Produk berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli media; serta

(3) mengetahui respon siswa kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran SMKN 1 Turen terkait penggunaan media mobile learning berbasis Android pada Mata Pelajaran Penataan Produk.

Penelitian dan pengembangan ini menggunakan model Borg & Gall dengan modifikasi, sehingga menjadi 8 tahapan yaitu:

(1) penelitian dan pengumpulan informasi;

(2) perencanaan;

(3) pengembangan produk;

(4) validasi ahli;

(5) revisi berdasarkan validasi ahli;

(6) uji coba lapangan;

(7) revisi berdasarkan uji coba lapangan; dan

(8) produk akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, kuesioner (angket), dan metode dokumentasi. Kegiatan analisis data meliputi analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif.

Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa media mobile learning berbasis Android pada Mata Pelajaran Penataan Produk memperoleh kategori sangat valid dengan persentase sebesar 93,33% berdasarkan validasi ahli materi dan memperoleh kategori sangat valid dengan persentase sebesar 99,17% berdasarkan validasi ahli media. Sedangkan respon siswa kelas XI Bisnis Daring dan Pemasaran SMKN 1 Turen terkait penggunaan media memperoleh kategori sangat baik dengan persentase sebesar 94,90%. Sehinggaberdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, produk layak digunakan sebagai media pembelajaran pada Mata Pelajaran Penataan Produk, khususnya Kompetensi Dasar Menganalisis dan Menyajikan Berbagai Jenis Fixture yang Digunakan pada Penataan Drink, Food, Fresh, dan Kosmetik di Supermarket, Fashion, dan Sport.

Saran yang diberikan berkaitan dengan pemanfaatan media mobile learning berbasis Android pada Mata Pelajaran Penataan Produk ini, yaitu sebaiknya:

(1) pengguna membaca Buku Petunjuk Penggunaan terlebih dahulu sebelum mengoperasikan media;

(2) pengguna memperhatikan spesifikasi minimum smartphone Android yang akan digunakan;

(3) penggunaan media dilakukan scara mandiri oleh siswa dengan guru sebagai fasilitator; dan

(4) guru mengontrol penggunaan media untuk memastikan bahwa semua siswa telah mempelajari materi yang ada di dalamnya. Diseminasi media dapat dioptimalkan melaluirapat guru MGMP, lomba mobile edukasi atau teknologi pembelajaran, dan pameran pendidikan. Pengembangan media selanjutnya, diharapkan:

(1) dapat di-zoom;

(2) terdapat satu halaman yang merekam hasil pengerjaan kuis dan permainan beserta ulasan jawaban;

(3) rekaman hasil pengerjaan kuis dan permainan siswa terhubung dengan e-mail guru;

(4) dilengkapi dengan fitur interaktif yang menjembatani komunikasi antara siswa dan guru;

(5) mencakup kompetensi dasar maupun mata pelajaran lain; dan

 

(6) dilakukan uji efektifitas produk.