SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Literasi Keuangan Pengusaha Batu Bata di Desa Urek-Urek Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang

Dwimawan Fajar

Abstrak


RINGKASAN

Dwimawan, Fajar. 2019. Analisis Literasi Keuangan Pengusaha Batu Bata di Desa Urek-Urek Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Ro’ufah Inayati, S.Pd, M.Pd.

Kata Kunci : Tingkat Literasi Keuangan, Pengusaha Batu Bata

Masih terdapat individu yang belum memiliki pengetahuan serta pemahaman keuangan yang baik. Padahal literasi keuangan menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam kehidupan seseorang karena literasi keuangan merupakan alat yang berguna untuk membuat keputusan keuangan. Pengetahuan keuangan yang rendah akan menyebabkan pembuatan rencana keuangan yang salah karena kesulitan keuangan tidak hanya disebabkan oleh rendahnya pendapatan, akan tetapi kesulitan keuangan juga dapat muncul jika terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan.

Implementasi pengetahuan keuangan dalam kegiatan sehari-hari sangat diperlukan untuk dimiliki setiap masyarakat. Terlebih masyarakat yang menjalankan usaha untuk memenuhi kebutuhan. Para pengusahabatu bata seharusnya menerapkan pengetahuankeuangan untuk mengelola usaha yang dijalankannya. Hal tersebut digunakan untuk mengelola keuangan usaha agar usaha yang telah berjalan dapat berkembang dikemudian hari. Bukan  hanya dalam pembagian penghasilan saja, dalam hal keberlanjutan usaha pengelolaan keuangan yang baik juga sangat penting. Selain untuk kepentingan pribadi, penerapan ilmu keuangan dengan benar yang akan mempengaruhi usahanya juga akan berampak kedaerah sekitar. Dimana semakin berkembang usaha yang dijalankannya maka secara tidak langsung akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat sekitar.

Diperkuat dengan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan di Desa Urek-urek Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Dari data yang diperoleh, masing-masing pengusaha belum memanfaatkan layanan jasa dan produk lembaga keuangan yang ada. Padahal layanan lembaga keuangan akan sangat membantu transaksi-transaksi usaha dan bisa mempermudah perluasan penjualan. Berdasarkan studi pendahuluan tersebut, penulis juga menemukan fenomena-fenomena sebagai berikut.

 

Pertama, pembukaan usaha batu bata didasari oleh faktor usaha warisan dari orangtua mereka. Pengusaha batu bata mulai mempelajari proses produksi, distribusi, dan penjualan serta beberapa pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan yang berguna untuk keberlanjutan usaha. Kedua, Pengusaha batu bata juga dipengaruhi oleh pemasok bahan baku, sehingga output dan fluktuasi pada bahan baku akan mempengaruhi biaya produksi yang pada akhirnya mengurangi keuntungan, apalagi untuk pengusaha batu bata yang tidak mencatat pemasukan serta pengeluaran dalam kegiatan industrinya. Ketiga, dalam pemenuhan kewajiban terhadap masyarakat sekitar usaha, dilakukan secara bertahap.