SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Psikomotorik Berbasis Proyek Pada Mata Pelajaran Marketing Kompetensi Dasar Membuat Merek (Studi Pada Siswa Kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Negeri 1 Probolinggo)

Noerul Amilia

Abstrak


 

Penilaian autentik merupakan penilaian yang mengkaitkan konteks pembelajaran mendekati dunia nyata/rill dengan komponen penilaian yang terdiri atas aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan (psikomotorik) siswa. Pada kurikulum 2013, salah satu bentuk penilaian autentik psikomotorik yang diterapkan yaitu penilaian proyek, dikarenakan penilaian ini dapat membantu guru dalam mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan dan kemampuan menyelidiki serta kemampuan menginformasikan yang dimiliki siswa selama kegiatan pembelajaran dilakukan. Namun, fakta di lapangan berbeda, kegiatan dan cara yang digunakan dalam melakukan penilaian ini dapat dikatakan tidak akuntabel dan sahih serta masih subjektif. Sehingga dibuatlah penelitian dan pengembangan ini, untuk dapat digunakan sebagai instrumen penilaian yang layak digunakan dan dapat dijadikan pedoman dalam kegiatan pembelajaran, khususnya dalam menilai aspek psikomotorik siswa dalam mengerjakan proyek.

Tujuan penelitian dan pengembangan ini, yaitu menghasilkan produk berupa instrumen penilaian autentik psikomotorik berbasis proyek pada mata pelajaran Marketing kompetensi dasar membuat merek kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran, sesuai dengan kurikulum 2013 serta untuk mengetahui kelayakan produk yang telah dibuat oleh peneliti agar dapat digunakan dan dikembangkan oleh peneliti lain.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) dengan memodifikasi model yang dikembangkan oleh Borg & Gall. Berikut merupakan tahap-tahap penelitian dan pengembangan instrumen penilaian ini, yaitu

(1) penelitian dan pengumpulan informasi yang terbagi atas analisis kebutuhan dan studi literatur;

(2) perencanaan;

(3) pengembangan produk;

(4) validasi produk berdasarkan ahli;

(5) revisi produk berdasarkan ahli;

(6) uji coba lapangan;

(7) revisi berdasarkan uji coba lapangan;

(8) produk akhir.

Kegiatan validasi dilakukan oleh ahli instrumen penilaian (dosen), ahli materi (dosen), dan guru mata pelajaran Marketing. Sedangkan, uji keterbacaan dilakukan oleh siswa dengan mengisi angket. Tujuan validasi dan uji keterbacaaan produk ini, yaitu untuk mengetahui kelayakan produk dan membantu peneliti dalam mengembangkan produk.

Hasil validasi oleh ahli instrumen penilaian menunjukkan persentase sebesar 97% dengan kategori “sangat layak”. Validasi oleh ahli materi menunjukkan persentase  sebesar 100% dengan kategori “sangat layak” dan hasil validasi guru menunjukkan persentase sebesar 96% dengan kategori “sangat layak”. Sedangkan uji keterbacaaan siswa menunjukkan persentase sebesar 89% dengan kategori “sangat layak”. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji keterbacaan siswa dapat simpulkan bahwa instrumen penilaian autentik psikomotorik berbasis proyek pada mata pelajaran Marketing kompetensi dasar membuat merek kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran dinyatakan “sangat layak” digunakan.

Saran untuk peneliti lain, yaitu diharapkan melanjutkan penelitian dan pengembangan ini sampai tahap diseminasi dan implementasi produk untuk mencapai kesempurnaan produk.