SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pengetahuan Tentang Bahaya terhadap Unsafe Action pada Pekerja Bagian Produksi UD. FARD Tulungagung

Deanita Perwita

Abstrak


ABSTRAK

Deanita, Perwita 2019. Pengaruh Pengetahuan tentang Bahaya Terhadap Unsafe Action pada Pekerja Bagian Produksi UD. FARD Tulungagung. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Elfia Nora, S.E., M.Si.

Kata Kunci: Pengetahuan tentang Bahaya, Unsafe Action, Kecelakaan Kerja

Manufaktur merupakan salah satu sektor industri yang memiliki risiko kecelakaan kerja cukup tinggi. Hal ini karena penggunaan teknologi pada kegiatan manufaktur diperlukan guna memudahkan proses produksi dan mempercepat pemenuhan kebutuhan hidup konsumen atau masyarakat luas. Industri manufaktur dan konstruksi menyumbang jumlah kecelakaan kerja terbesar di Indonesia. Data hasil survey World Economic Forum (WEF) menunjukkan bahwa ribuan kecelakaan terjadi di tempat kerja setiap tahun, yang dapat menimbulkan korban jiwa, terjadi kerusakan material dan infrastruktur manufaktur, serta gangguan kelancaran proses produksi. Penelitian yang dilakukan Heinrich (1928) mengungkap fakta bahwa, pada 75 ribu kasus kecelakaan industri didapatkan 88% disebabkan oleh tindakan tidak aman (unsafe action), 10% oleh kondisi tidak aman dan 2% tidak dapat dihindarkan seperti bencana alam.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui:

(1) Deskripsi pengetahuan tentang bahaya dan unsafe action.

(2) Pengaruh pengetahuan tentang bahaya terhadap unsafe action. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja produksi UD. FARD Tulungagung yang berjumlah 57 orang. Sampel yang didapatkan sebanyak 50 responden, dengan teknik sampling yang dugunakan simple random sampling. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan merupakan regresi linier sederhana.

Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa pengetahuan tentang bahaya pekerja tergolong sangat baik, sedangkan unsafe action yang dilakukan tergolong sedang. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh negatif signifikan antara pengetahuan tentang bahaya terhadap unsafe action. Berdasarkan hasil penelitian saran yang dapat diberikan untuk perusahaan adalah mem berikan pemahaman atau pengarahan mengenai pengangkatan beban yang benar sehingga meminimalisisr terjadinya cedera, meningkatkan peran mandor untuk melakukan briefing sebelum bekerja dan meningkatkan pengawasan dalam penggunaan APD. Perusahaan sebaiknya meningkatkan pembekalan pengetahuan keselamatan dan kesehatan di area kerja. Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat mengkaji ulang maupun mengkaji motivasi sebagai variabel moderasi atau menggunakan variabel beban kerja sebagai anticedent  karena berdasarkan hasil wawancara, responden melakukan tindakan unsafe action  salah satunya disebabkan oleh tuntutan pekerjaan/ beban kerja.