SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Komunikasi Bisnis Kelas X Bisnis Daring Dan Pemasaran 2 SMK Negeri 1 Kraksaan Probolinggo

MUSLIHATIN .

Abstrak


 

ABSTRAK

Muslihatin. 2019. Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Komunikasi Bisnis Kelas X Bisnis Daring Dan Pemasaran 2 SMK Negeri 1 Kraksaan Probolinggo. Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Sutrisno, M.M.

Kata Kunci: Model Pembelajaran Talking Stick, Aktivitas Belajar, Mata Pelajaran Komunikasi Bisnis.

Salah satu permasalahan yang terdapat pada saat proses pembelajaran yaitu aktivitas belajar siswa. Jika aktivitas belajar siswa kurang mendukung saat proses pembelajaran berlangsung maka akan mengganggu proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan masih belum bisa tercapai dengan maksimal. Oleh karena itu, dibutuhkannya model pembelajaran yang tepat dan menarik agar siswa dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran komunikasi bisnis dengan menggunakan  model pembelajaran Talking Stick.

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X BDP 2 sebagai kelas eksperimen dan X BDP 3 sebagai kelas kontrol jurusan pemasaran di SMK Negeri 1 Kraksaan Probolinggo. Siswa X BDP 2 berjumlah  38 siswa yang terdiri dari 18 laki-laki dan 20 perempua. Sedangkan kelas X BDP3 berjumlah 38 siswa yang terdiri dari 17 laki-laki dan 21 perempuan. Peneliti memilih kelas X BDP2 sebagai eksperimen dikarenakan kelas X BDP2 ditemukan adanya permasalahan pada aktivitas belajar siswa saat proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini dilakukan 2 siklus, yang mana setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Setiap siklus terdiri  dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penyimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan menggunakan model pembelajaran Talking Stick dan model Konvensional. Dimana model Talking Stick dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa di bandingkan model pembelajaran konvensional. Hal ini berdasarkan siklus I pertemuan pertama kelas eksperimen mencapai 71,85% dan pada pertemuan kedua mencapai 82,86%. Pada siklus II pertemuan ketiga kelas eksperimen mencapai 90,55% dan pada pertemuan keempat mencapai 92,97%. sedangkan  Kelas kontrol  siklus I pertemuan pertama aktivitas belajar siswa 67,86% menjadi 69,26%  pada siklus II pertemuan ketiga 71,67% menjadi 77,97%  dapat dilihat pada pertemuan akhir bahwa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Maka dapat dilihat terjadi kenaikan presentase aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II.

Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang bisa diberikan adalah model pembelajaran Talking Stick dapat dipertimbangkan untuk diterapkan dalam mata pelajaran komunikasi bisnis untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa. Tetapi tidak hanya diterapkam pada mata pelajaran komunikasi bisnis saja, model pembelajaran Talking Stick juga dapat diterapkan pada mata pelajaran lain.