SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis SWOT dalam menentukan Strategi Pemasaraan Kuliner pada Ayam Ibuk Malang

Rian Adi

Abstrak


ABSTRAK

Rian, Adi. 2019. Analisis SWOT dalam menentukan Strategi Pemasaraan Kuliner pada Ayam Ibuk Malang. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Titis Shinta Dhewi, S.P., MM.

Kata kunci: Analisis SWOT, Strategi Pemasaran, Ayam Ibuk

Perkembangan bisnis kuliner di kota malang terus mengalami peningkatan, salah satunya Ayam Ibuk, Ayam Ibuk merupakan salah satu bisnis UMKM yang bergerak di bidang kuliner yang menawarkan aneka menu lalapan, bisnis ini terletak di JL. Sumbersari Gg 6 No. 21 Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

(1) Gambaran umum Ayam Ibuk,

(2) Kondisi ayam ibuk,

(3) Posisi berdasarkan analisis SWOT,

(4) Strategi pemasaran berdasarkan analisis SWOT dan strategi apakah yang dapat diterapakan oleh Ayam Ibuk.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh dan mengumpulkan informasi mengenai lingkungan eksternal dan internal perusahaan dengan menggunakan analis SWOT. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan owner pihak Ayam Ibuk, pegawai, dan konsumen yang telah melakukan pembelian, sedangkan untuk data sekunder diperoleh dari dokumentasi dan catatan lapangan peneliti selama melakukan observasi di Ayam Ibuk. Metode yang digunakan dalam keabsahan data dalam penelitian menggunakan metode triangulasi, triangulasi sumber.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan strategi bisnis Ayam Ibuk yang dilihat berdasarkan analisis SWOT dari segi Kekuatan:

(1) Produk Lengkap,

(2) Harga terjangkau,

(3) Lokasi strategis,

(4) Display yang menarik dan bersih,

(5) Kualitas layanan cepat dan sopan,

(6) dan kualitas rasa yang enak.

Kelemahan:

(1) Promosi yang kurang intensif,

(2) Akses jalan sempit

(3) Tempat parkir kurang memadai,

(4) Jam operasional masih terbatas,

(5) Target pasar terbatas,

(6) Fasilitas dan saran kurang menunjang.

Peluang:

(1) Perkembangan kuliner kota malang,

(2) Kota Wisata yang terus Berkembang,

(3) Semakin padatnya penduduk kota malang,

(4) Supplier yang mendukung,

(5) Gaya hidup praktis penduduk kota malang,

(6) Mitra bisnis yang memadai

. Ancaman:

(1) Pesaing terdekat,

(2) Pesaing luar,

(3) Harga bahan pokok meningkat,

(4) Perluasan produk terbatas,

(5) Pemutusan kontrak ruko,

(6) Anggapan tentang macetnya sumbersari.

Bisnis Ayam Ibuk mempunyai segmentasi pasar masyarakat kota malang secara luas, dari kalangan anak –anak hingga dewasa,  menargetkan mahasiswa universitas negeri malang dan kampus terdekat lainya, dan mempunyai positioning yaitu makanan nikmat dengan harga yang murah.

Posisi bisnis Ayam Ibuk berada pada kuadran I berdasarkan analisis SWOT, setelah melakukan perhitungan dengan faktor internal dan faktor eksternal, strategi yang paling tepat yakni menggunakan strategi SO, Strategi ini berusaha memaksimalkan kekuatan yang dimiliki untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan cara memberikan produk yang lengkap, memberikan harga yang terjangkau, menjaga kualitas layanan, menjaga kualitas rasa, melakukan perencanaan promosi yang baik, memanfaatkan perekembangan kuliner di kota malang, memanfaatkan kepadatan penduduk kota malang, memanfaatkan gaya hidup praktis konsumen, memanfaatkan mitar bisnis dan supplier.

Pada penelitian ini, peneliti memberikan saran:

(1) Melakukan kegiatan promosi dengan intensif dan efektif, kegiatan promosi,

(2) Terkait dengan akses jalan yang sempit, tempat parkir yang kurang memadai, jam operasional yang terbatas dan target pasar yang terbatas maka solusi pemasaran online melalui Grab-Food Maupun Go-Food harus ditingkatkan,

(3) dalam mengahadapi persaingan kuliner yang sangat ketat di kota malang maka, ayam ibuk harus mempertahankan dan meningkatkan kualitas rasa yang baik, harga yang terjangkau, produk yang lengkap, display yang menarik, kualitas layanan terbaik, dan pemilihan lokasi outlet yang strategis,

(4) untuk menanggapi harga bahan pokok yang meningkat maka strategi rantai saluran distribusi terpendek harus dipilih karena akan semakin mengurangi biaya,                  

(5) Membentuk tim promosi.