SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Local Wisdom dalam Kebijakan Pendanaan Lembaga Nirlaba Yayasan Sanggar Indonesia Hijau.

Meidianto Yosua Tri

Abstrak


ABSTRAK

Meidianto, Yosua Tri. 2019. Local Wisdom dalam Kebijakan Pendanaan Lembaga Nirlaba Yayasan Sanggar Indonesia Hijau. Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: H. Subagyo S.E., S.H., M.M.

 

Kata Kunci: Local Wisdom, Kebijakan Pendanaan, Lembaga Nirlaba, Yayasan Sanggar Indonesia Hijau (SI Hijau)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu bagaimana kebijakan pendanaan lembaga nirlaba pada Yayasan Sanggar Indonesia Hijau serta makna Local Wisdom yang tersirat didalamnya. Yayasan Sanggar Indonesia Hijau merupakan sebuah lembaga nirlaba yang bergerak dibidang peduli lingkungan yaitu penghijauan dan konservasi hutan dan sungai yang terletak di Desa Cowek, Kabupaten Purwodadi, Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif fenomenologi. Data diperoleh secara langsung melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi teknik (mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik berbeda) dan triangulasi waktu (pengumpulan data pada sumber yang sama akan tetapi dalam waktu yang berbeda-beda).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kebijakan pendanaan SI Hijau memiliki tiga sumber dana utama yaitu pendapatan atas usaha pembibitan, pendapatan tiket masuk wisata edukasi Kampung Pancar Air, dan pendapatan atas program/kegiatan kerja sama. Sumber dana tersebut digunakan untuk tiga pengeluaran yaitu gaji pegawai, biaya operasional, lalu setelahnya akan dilimpahkan untuk dana investasi fasilitas di wisata edukasi Kampung Pancar Air. Usaha pembibitan Sanggar Indonesia Hijau pada tahap awal pendirian tidak memerlukan modal rupiah sama sekali, hal ini dikarenakan konsep usaha pembibitan yang dilakukan dengan konsep Leles Cukup. Selain itu terdapat 3 buah konsep Local Wisdom yang diperoleh dari kebijakan pendaaan Yayasan Sanggar Indonesia Hijau ini, yaitu Investasi Diri, Alur Alam, dan Berpikir Global namun Bertindak Lokal. Saran bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang local wisdom dengan situs yang memiliki suku, ras, dan wilayah yang berbeda, serta lembaga selain lembaga nirlabakarena diperkirakan dapat memperoleh hasil penelitian yang berbeda-beda.

 

ABSTRACK

Meidianto, Yosua Tri. 2019. Local Wisdom in the Non-Profit Institution Funding Policy at Sanggar Indonesia Hijau Foundation.. Sarjana’s Thesis. Departement of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. Advisor: H. Subagyo S.E., S.H., M.M.

 

Keywords: Local Wisdom, Funding Policy, Non-Profit Institution, Sanggar Indonesia Hijau Foundation (SI Hijau)

This study aims to find out how the non-profit funding policy of the Sanggar Indonesia Hijau Foundation and the Local Wisdom meaning implied in it. Sanggar Indonesia Hijau Foundation is a non-profit organization engaged in environmental care, namely reforestation and conservation of forests and rivers located in Cowek Village, Purwodadi Regency, Pasuruan. This study uses a phenomenological qualitative research approach. Data is obtained directly through observation, interviews, and documentation. Checking the validity of the data in this study uses technique triangulation techniques (checking data to the same source with different techniques) and time triangulation (collecting data at the same source but in different times).

 

The results of this study indicate that the SI Hijau funding policy has three main funding sources, namely income from the nursery business, income from the entrance ticket to Kampung Pancar Air SI Hijau, and income from cooperation programs / activities. The source of funds is used for three expenditures, namely employee salaries, operational costs, then afterwards will be delegated to investment facilities at Kampung Pancar Air. The Sanggar Indonesia Hijau nursery business at the initial stage of establishment did not require rupiah capital at all, this was due to the nursery business concept carried out with the concept of Leles Enough. In addition there are 3 pieces of the Local Wisdom concept obtained from the policies of the Sanggar Indonesia Hijau Foundation, namely Self-Investment, Nature Flow, and Think Globally but Act Locally.Suggestions for future researchers to conduct research on local wisdom with sites that have different tribes, races and regions, as well as institutions other than non-profit institutions because they are expected to obtain different research results.