SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Teknologi Perkantoran Berbasis Guided Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas X OTKP SMK Negeri 2 Blitar)

Wahyunigtyas Erna

Abstrak


RINGKASAN

Wahyuningtyas, E. 2019. Pengembangan Modul Teknologi Perkantoran Berbasis Guided Inquiry Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi Pada Siswa Kelas X OTKP SMK Negeri 2 Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. I Nyoman Suputra, M.Si.

 

Kata Kunci: modul pembelajaran, guided inquiry, hasil belajar

Teknologi Perkantoran berkembang sangat pesat pada era globalisasi terutama dalam dunia komunikasi dan pendidikan. Perkembangan modul teknologi perkantoran memiliki peran penting dalam aktivitas pembelajaran dan merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kemampuan serta hasil belajar siswa. Pengembangan Modul Berbasis Guided Inquiry perlu inovasi dari bahan ajar yang telah ada. Mata pelajaran ini memiliki permasalahan dimana siswa kurang dapat memahami materi dengan baik sehingga diperlukan modul inovatif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Melalui modul ini, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa untuk mata pelajaran Teknologi Perkantoran Kelas X OTKP SMK Negeri 2 Blitar.

Penelitian dan pengembangan diharapkan dapat:

(1) Mengembangkan produk Modul Teknologi Perkantoran Berbasis Guided Inquiry,

(2) Mengetahui kelayakan modul pembelajaran melalui validasi ahli modul dan ahli materi, serta

(3) Mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan Modul Teknologi Perkantoran Berbasis Guided Inquiry dengan hasil belajar siswa yang tidak menggunakan modul.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk., (dalam Al-Tabany, 2017) melalui empat tahap. Keempat tahap tersebut adalah:

(1) Mendefinisikan,

(2) Merancang,

(3) Mengembangkan, dan

(4) Menyebarluaskan.

Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 2 Blitar pada mata pelajaran Teknologi Perkantoran Kompetensi Dasar Menganalisis Informasi dari Internet untuk Menunjang Pekerjaan Kantor. Tujuan peneliti memberikan soal posttest adalah untuk mengetahui kemampuan siswa. Sebelum posttest diberikan kepada siswa, soal posttest harus diujicobakan terlebih dahulu agar mendapatkan butir soal yang memiliki tingkat kesukaran dan daya pembeda soal yang baik.

Modul divalidasi oleh dua ahli materi yang menghasilkan rata-rata 90,00% sedangkan validasi oleh ahli modul 79,10% serta hasil dari respon pengguna pada uji terbatas oleh siswa menghasilkan rata-rata 94,60% sehingga dapat dikatakan modul sangat valid dan dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran. Namun, karena masih terdapat beberapa saran dari ahli modul dan ahli materi tetap dilakukan evaluasi atau perbaikan terhadap modul pembelajaran.

Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh rata-rata nilai kelas kontrol 80,11 dan kelas eksperimen 85,66 menunjukkan adanya perbedaan rata-rata hasil belajar antara kedua kelas. Dapat dilihat pula standar deviasi kelas kontrol yaitu 6,30 sedangkan standar deviasi kelas eksperimen 3,49. Standar deviasi kelas kontrol lebih besar dari kelas eksperimen menunjukkan bahwa kelas kontrol memiliki nilai yang lebih heterogen daripada kelas eksperimen. Pada uji t menunjukkan probabilitas < 0,05, maka Ho ditolak yang artinya terdapat perbedaan signifikan rata-rata nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa Modul Teknologi Perkantoran Berbasis Guided Inquiry dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Teknologi Perkantoran SMK Negeri 2 Blitar.

 

Saran pemanfaatan Modul Teknologi Perkantoran Berbasis Guided Inquiry bagi guru adalah untuk mempelajari dan memberikan penjelasan tentang modul agar pemanfaatannya lebih baik, sedangkan saran bagi siswa yaitu siswa diharapkan berperan aktif dalam pembelajaran, apabila ada hal yang tidak dipahami dapat ditanyakan pada guru mata pelajaran yang bersangkutan. Saran pengembangan lebih lanjut untuk peneliti selanjutnya adalah untuk melakukan penelitian pada materi pembelajaran lain di semester yang berbeda, serta membandingkan modul berbasis guided inquiry dengan modul lain yang menggunakan metode pembelajaran yang berbeda.