SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS PERBEDAAN FINANCIAL DISTRESS PERUSAHAAN BUMN DAN PERUSAHAAN ASING DI INDONESIADENGAN METODE ALTMAN Z-SCORE TAHUN 2017

Saidah Suryani Hakmi

Abstrak


Financial Distress adalah kondisi kepailitan atau kesulitan keuangan yang diakibatkan ketidakmampuan perusahaan dalam membayar kewajibannya, hal ini terjadi sebelum perusahan mengalami bangkrut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan sample apakah termasuk dalam kondisi sehat, rawan, atau financial distress. Dengan membandingkan dua jenis perusahaan yaitu Perusahaan Asing dan Perusahaan BUMN, serta untuk mengetahui perbedaan financial distress Perusahaan BUMN dan Perusahaan Asing tahun 2017.

Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif dan data yang digunakan ialah data sekunder. Populasi penelitian ini adalah 19 perusahaan BUMN dan 20 perusahaan asing. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 15 Perusahaan BUMN dan 15 Perusahaan Asing. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif.

Hasil penelitian ini adalah jumlah Perusahaan BUMN yang berada dalam kondisi tidak sehat memiliki jumlah paling banyak karena banyak sekali Perusahaan BUMN yang kalah bersaing di pasar dan juga gagal dalam mencetak laba, jumlah Perusahaan Asing dengan kondisi tidak sehat memiliki jumlah yang sama besar sedangkan kondisi rawan memiliki jumlah paling sedikit, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara financial distress Perusahaan BUMN dan Perusahaan Asing, artinya kondisi kesehatan Perusahaan Asing lebih baik dibandingkan dengan Perusahaan BUMN walau perbedaannya tidak terlalu besar.

 

Untuk penelitian selanjutnya diharapkan investor harus pandai memilah perusahaan mana yang sehat, rawan, atau tidak sehat, agar tepat dalam pengambilan keputusan dan tidak merugikan. Dengan cara memperhatikan rasio STA (Sales to Total Assets), Perusahaan sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang dapat dijadikan pertimbangan oleh calon investor sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada perusahaan seperti memperhatikan rasio RETA (Retained Earning to Total Assets), karena rasio tersebut digunakan untuk mengukur keuntungan yang telah diperoleh mulai dari perusahaan dioperasionalkan. Semakin besar RETA maka semakin besar pula keuntungan yang diperoleh perusahaan, dan penelitian selanjutnya sebaiknya memilih perusahaan yang memiliki harga pasar saham di bursa, karena ada beberapa perusahaan yang tidak memiliki informasi mengenai volume dan harga penutupan atau close price, sehingga tidak bisa menghitung rasio Market Value of Equity to Book Value of Liability