SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengelolaan Stres Kerja Pada Redaktur Harian Umum Malang Ekspres

Jazir Wahyu Fathuddin

Abstrak


ABSTRAK

Jazir, Wahyu Fathuddin. 2016. Pengelolaan Stres Kerja Pada Redaktur Harian Umum Malang Ekspres, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si. (II) Afwan Hariri Agus Prohimi, S.E, M.Si

 

Kata Kunci: Redaktur, Pengelolaan Stres Kerja

Karyawan sebagai kekayaan (asset) utama perusahaan, untuk mencapai tujuan dan sasaran suatu perusahaan, karyawan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Namun, pada kenyataannya stres kerja kerap menjangkiti banyak pihak di tempat kerja. Demikian halnya, dengan para redaktur sebagai karyawan di Harian Umum Malang Ekspres. Beban pekerjaan yang banyak dan dikejar oleh deadline pengiriman berita dapat memicu stres kerja. Oleh sebab itu, secara individu diharapkan redaktur mampu mengelola stres, ditunjang dengan upaya perusahaan, karena stres secara berlebihan dan dalam jangka waktu yang panjang akan mengakibatkan kinerja lebih rendah.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab stres kerja pada redaktur harian umum Malang Ekspres, dan upaya pengelolaan stres kerja melalui pendekatan individual dan organisasional.

Dari hasil analisis menggunakan metode penelitian kualitatif, faktor-faktor penyebab stres pada redaktur harian umum Malang Ekspres adalah

1) Para redaktur dikejar oleh deadline pekerjaan.

2) Banyaknya beban pekerjaan yang harus diselesaikan.

3) Terlalu lama duduk menghadap komputer pada saat mengedit berita.

4) Redaktur terlalu lama menunggu pekerjaan redaktur lain.

5) Kesal terhadap wartawan yang tulisannya kurang baik sehingga membutuhkan banyak waktu untuk mengeditnya.

6) Adanya kekhawatiran terhadap complain berita oleh pihak yang diberitakan.

7) Masalah diluar urusan kerja, seperti masalah pribadi dan masalah keluarga.

 

Adapun upaya pengelolaan stress kerja yang dilakukan redaktur yakni dengan time out atau istirahat sejenak sekedar untuk makan atau ngopi, mendengarkan musik, menonton televisi atau tontonan yang membantu merefresh otak, melakukan ibadah sesuai kepercayaannya (shalat dan dzikir), mensugesti diri sendiri (berfikir positif) agar tidak merasa terbebani oleh pekerjaan, ngobrol-ngobrol atau bercanda dengan sesama rekan kerja, sedangkan upaya yang dilakukan perusahaan yakni dengan mengadakan rekreasi perusahaan dengan mengajak keluarga, mengadakan kegiatan pengajian dan siraman rohani, membuat acara olahraga bersama meskipun sifatnya fleksibel (tidak rutin).