SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

MANAJEMEN MODAL KERJA USAHA TANI CABAI DI KECAMATAN DONOMULYO MALANG JAWA TIMUR

YENI ELVIANA SANGGAENI

Abstrak


Usaha tani cabai merupakan aktifitas pembudidayaan cabai untuk diperdagangkan. Budidaya cabai menarik namun juga berisiko, oleh sebab itu petani cabai harus mampu mengelola modal kerjanya untuk meminimalisir kerugian akibat anjloknya harga cabai ataupun gagal panen. maka diperlukan pembahasan mengenai manajemen modal kerja usaha tani cabai.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu, kondisi modal kerja yang mencakup banyaknya kebutuhan modal kerja, sumber permodalan, komponen modal kerja dalam usaha tani cabai. kemudian mendeskripsikan pengelolaan kas yang mencakup upaya petani cabai menjaga ketersediaan kas, strategi untuk meminimalkan kebutuhan-kebutuhan kas, dan bagaimana mengelola persediaan yang dilakukan oleh petani cabai di Kecamatan Donomulyo Malang Jawa Timur.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa paparan manajemen modal kerja dalam bentuk hasil wawancara dengan 10 petani cabai di Kecamatan Donomulyo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.

 

Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh 6 simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Kebutuhan Modal Kerja Usaha Tani Cabai di Kecamatan Donomulyo antara lain: pembibitan, pengolahan lahan, perawatan, dan pemanenan. Rata-rata modal kerja yang diperlukan untuk 1000 pohon cabai kurang dari Rp 2.000.000. Kedua, Sumber Modal Kerja yang utama adalah modal sendiri, utang bank, dan pinjaman dari pengepul cabai. Ketiga, komponen modal kerja usaha tani cabai yaitu orangnya (petani cabai), kas, dan persediaan. Keempat, pengelolaan kas yang dilakukan dengan cara membuat cadangan modal kerja dan cadangan umum. Kelima, upaya untuk meminimalkan kebutuhan kas yaitu dengan strategi “leles” yaitu menekan biaya produksi dengan cara memanfaatkan barang yang masih bisa dipakai ulang. Keenam, persediaan barang diutamakan untuk satu musim tanam. Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu para petani cabai lebih cermat dalam menentukan sumber modal kerja yang lebih menguntungkan serta pengelolaan modal kerja yang tepat tanpa menganggu tingkat likuiditasnya.