SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

ANALISIS PENGARUH STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP TINGKAT KEMUNGKINAN KEBANGKRUTAN DENGAN METODE ALTMAN (Z-SCORE) (Studi pada Perusahaan Agribisnis Sub Sektor Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2017)

RAHMAWATI NINDY

Abstrak


ABSTRAK

Rahmawati, Nindy. 2019. Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Tingkat Kemungkinan Kebangkrutan dengan Metode Altman Z-Score (Studi Pada Perusahaan Agribisnis Sub Sektor Perkebunan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2013-2017). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: Hj. Fadia Zen, S.E., M.M.

 

Kata Kunci: Tingkat Kemungkinan Kebangkrutan, Struktur Kepemilikan

Tingkat kemungkinan kebangkrutan sering diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaan untuk menghasilkan laba. Teori penelitian ini adalah teori agency dimana terdapat dua kepentingan antara pemilik dengan manajemen yang tidak sejalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi tingkat kemungkinan kebangkrutan, kondisi struktur kepemilikan yang diproksikan dengan (kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan publik) dan untuk mengetahui pengaruh struktur kepemilikan yang diproksikan dengan (kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial dan kepemilikan publik) terhadap tingkat kemungkinan kebangkrutan pada perusahaan sampel.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan deskriptif explanatory yang bersifat asosiatif. Variabel independent yang digunakan adalah struktur kepemilikan yang diproksikan dengan kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial dan kepemilikan publik, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kemungkinan kebangkrutan. Populasi penelitian ini adalah perusahaan agribisnis subsektor perkebunan yang terdaftar di BEI sebanyak 16 perusahaan. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 10 perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.

Hasil penelitian ini adalah:

(1) tingkat kemungkinan kebangkrutan pada perusahaan sampel mempunyai tren menurun,

(2) kondisi kepemilikan institusional perusahaan sampel mempunyai tren yang menurun,

(3) kondisi kepemilikan manajerial perusahaan sampel mempunyai tren yang meningkat,

(4) kondisi kepemilikan publik perusahaan sampel mempunyai tren yang meningkat,

(5) kepemilikan institusional berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kemungkinan kebangkrutan,

(6) kepemilikan manajerial berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat kemungkinan kebangkrutan,

(7) kepemilikan publik berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kemungkinan kebangkrutan pada perusahaan sampel.

Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, maka saran yang dapat peneliti berikan adalah:

(1) Perusahaan perlu meningkatkan corporate governance untuk meningkatkan kewenangan yang dimiliki para pemegang saham publik dalam rangka penyeimbang pihak manajemen.

 

(2) peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel lainnya seperti ukuran perusahaan, corporate governance dan sebagainya.