SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada Aspek Pemanfaatan Sarana dan Prasarana Penunjang Literasi dan Aspek Penerapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) pada Tahap Pembiasaan (Studi pada Kelas X Jurusan Animasi SMK Negeri 3 Batu)

ARDIEK NOVAN FRATIKTO

Abstrak


Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi cara berpikir pada peserta didik. Hal tersebut sebagai upaya untuk merespon perkembangan informasi di era teknologi. Selain itu, melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) juga menjadi bagian dari perubahan pola pembelajaran terutama pada kurikulum 2013. Keberhasilan implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dapat terwujud jika ditunjang melalui ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Selain sarana dan prasarana pendukung, komitmen dan keseriusan pelaksana Gerakan Literasi Sekolah (GLS) khususnya pendidik juga menjadi salah satu faktor juga. SMK Negeri 3 Batu salah satu sekolah yang sudah menerapkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) juga diharapkan mampu melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  dengan optimalisasi sarana dan prasarana sekolah yang ada dan komitmen warga sekolahnya.

Penelitian yang dilakukan ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini yaitu data primer yang mencakup informan, tempat dan peristiwa yang terjadi didalam sekolah, sedangkan data sekunder mencakup dokumen-dokumen yang dibutuhkan terkait masalah yang diangkat. Dalam menjaga keabsahan data yang didapat peneliti menggunakan teknik Triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data, mengelola data dan menarik kesimpulan.

Hasil penelitian ini yaitu

(1) SMK Negeri 3 Batutelah memaksimalkan peran perpustakaan sekolah sebagai pusat Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Tim Literasi Sekolah (TLS) di SMK Negeri 3 Batu juga sudah dibentuk dan menjalankan fungsinya sebagai perencana, pengawas, dan evaluator Gerakan Literasi Sekolah (GLS), SMK Negeri 3 Batu belum memiliki sarana dan prasarana penunjang Gerakan Literasi Sekolah (GLS), seperti area baca, ruang pojok baca di setiap kelas, dan ketersediaan sumber bacaan di setiap kelas

(2) Teknis pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK Negeri 3 Batu sudah memenuhi aturan yang pada tahap pembiasaan, akan tetapi untuk waktu pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) masih belum sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Kemendikbud.

Berdasarkan temuan penelitian diatas, saran dari peneliti yaitu

(1) Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMK Negeri 3 Batu sebaiknya juga menggunakan fasilitas internet sekolah yang sudah ada untuk melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) berbasis digital;

(2) Setiap pendidik sebaiknya melaksanakan pembelajaran reguler berbasis literasi, sehingga aktivitas literasi tidak hanya dilakukan ketika terdapat jadwal melakukan literasi di sore hari.