SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK BERBASIS KINERJA PADA MATA PELAJARAN KORESPONDENSI KELAS X OTOMATISASI DAN TATA KELOLA PERKANTORAN SMK NEGERI 2 KEDIRI

AINI EVITA NUR

Abstrak


RINGKASAN

Aini, E.N. 2019. Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Berbasis Kinerja Pada Mata Pelajaran Korespondensi Kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran SMK Negeri 2 Kediri. Skripsi, Jurusan Manajemen,  Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Gatot Isnani, M.Si.

 

Kata Kunci: penilaian autentik, penilaian autentik berbasis kinerja, mata pelajaran korespondensi

Penilaian autentik merupakan salah satu aspek penting dalam Kurikulum 2013. Penilaian ini bertujuan untuk mengembangkan instrument penilaian autentik berbasis kinerja pada mata pelajaran Korespondensi Kompetensi Dasar Menganalisis Surat Dinas dan Kompetensi Dasar Menganalisis Surat Niaga sesuai dengan kebutuhan pada kurikulum 2013 bahwa penilaian dilakukan secara autentik. Instrumen penilaian autentik dikembangkan berbasis kinerja karena sesuai dengan kebutuhan kompetensi dasar yang dikembangkan, dengan demikian guru dapat melakukan penilaian secara menyeluruh aspek kompetensi yang dimiliki peserta didik. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk isntrumen penilaian autentik berbasis kinerja yang valid dan layak pada Mata Pelajaran Korenspondensi Kompetensi Dasar Menganalisis Surat Dinas dan Menganalisis Surat Niaga kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran di SMK Negeri 2 Kediri.

Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan (Researh & Development) oleh Gall, at all dengan melalui beberapa tahap:

1) Mengidentifikasi tujuan penelitian,

2) Menganalisis objek penelitian,

3) Merumuskan tujuan kinerja,

4) Pengembangan instrument penilaian autentik,

5) Validasi produk dan revisi produk,

6) Merancang dan melakukan tes formatif,

7) Revisi umum,

8) Merancang dan melakukan tes sumatif.

Penelitian pengembangan ini dilakukan di SMK Negeri 2 Kediri pada mata pelajaran Korespondensi Kompetensi Dasar 3.7 Menganalisis Surat Dinas dan 3.8 Menganalisis Surat Niaga. Validasi instrument penilaian dilakukan oleh dua ahli assessment dan dua ahli materi/isi. Dalam penelitian ini juga dilakukan uji coba terbatas sebelum produk digunakan yaitu dilakukan oleh empat guru yang ahli bidang Korespondensi dan 12 peserta didik. Dalam produk yang dikembangkan terdapat soal pilihan ganda dan uraian sebagai soal posttest. Sebelum soal posttest diberikan kepada peserta didik, soal posttest harus diujicobakan terlebih dahulu agar mendapatkan butir soal yang memiliki tingkat kesukaran dan daya pembeda soal yang baik.

Hasil perhitungan validasi ahli assessment pertama dan kedua menunjukkan persentase sebesar 89,09%, maka instrument penilaian autentik berbasis kinerja sangat valid, sangat efektif, sangat tuntas, dapat digunakan tanpa perbaikan. Namun karena masih terdapat saran dari validator maka tetap dilakukan revisi untuk menghasilkan produk yang lebih sempurna. Hasil perhitungan validasi ahli materi/isi pertama dan kedua menunjukkan persentase sebesar 94,37%, maka instrument penilaian autentik berbasis kinerja sangat valid, sangat efektif, sangat tuntas, dapat digunakan tanpa perbaikan. Namun karena masih terdapat saran dari validator maka tetap dilakukan revisi untuk menghasilkan produk yang lebih sempurna. Hasil perhitungan dari empat tanggapan guru terhadap pengembangan assessment menunjukkan persentase sebesar 86,07%, maka instrument penilaian autentik berbasis kinerja sangat valid, sangat efektif, sangat tuntas, dapat digunakan tanpa perbaikan. Serta hasil perhitungan tanggapan peserta didik terhadap LKS menunjukkan persentase sebesar 81,04%, maka instrument penilaian autentik berbasis kinerja sangat valid, sangat efektif, sangat tuntas, dapat digunakan tanpa perbaikan.

Saran pemanfaatan produk agar berjalan dengan baik antara lain:

1) produk instrument penilaian yang dihasilkan sebaiknya diterapkan pada kelas XII untuk digunakan latihan Ujian Kompetensi Kejuruan, karena produk penilaian psikomotorik yang dihasilkan merujuk Pedoman Pelaksanaan Ujian Praktik Kejuruan SMK,

2) perlu bantuan observer dalam melakukan penilaian,

3) penilaian membutuhkan waktu lama, sebaiknya peneliti selanjutnya mengutamakan mengamati yang tidak bias diamati setelah melakukan praktik,

4) perlu penjelasan lebih lanjut ketika praktik karena peserta didik kurang menguasai materi, dan

5) guru disarankan menggunakan instrument penilaian autentik pada kompetensi dasar atau mata pelajaran lain.

 

Saran pengembangan lebih lanjut pada penelitian selanjutnya sebaiknya perlu dilakukan uji efektifitas produk instrument penilaian autentik dengan membandingkan hasil belajar peserta didik yang dinilai dengan menggunakan produk dan tidak menggunakan produk instrument penilaian autentik, serta produk instrument penilaian autentik berbasis kinerja yang dihasilkan masih perlu didiskusikan lebih lanjut untuk menyempurnakan produk akhir yang kemudian dapat diinformasikan dalam pertemuan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran untuk membahas apakah produk tersebut layak atau tidak, jika layak kemudian dapat bekerja sama dengan penerbit untuk menerbitkan produk instrument penilaian autentik berbasis kinerja tersebut.