SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbedaan Tingkat Entrepreneurship Dan Efikasi Diri Siswa Dari Lingkungan Keluarga Wirausaha Dan Non Wirausaha (Studi Kasus Pada Kelas XII SMK Negeri 1 Pasuruan)

Aprilia Dinda Rizki

Abstrak


RINGKASAN

Aprilia, Dinda Rizki. 2019. Perbedaan Tingkat Entrepreneurship Dan Efikasi Diri Siswa Dari Lingkungan Keluarga Wirausaha Dan Non Wirausaha (Studi Kasus Pada Kelas XII SMK Negeri 1 Pasuruan). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Agung Winarno, M.M.

 

Kata Kunci: Entrepreneurship, Efikasi Diri, dan Lingkungan Keluarga.

Pengangguran merupakan masalah yang dihadapi oleh banyak orang termasuk lulusan SMK. Tingkat pengangguran dari lulusan SMK tergolong tinggi. Persaingan di dunia kerja membuat siswa SMK harus mempersiapkan diri dengan baik agar memenangkan persaingan. Sebenarnya mereka memiliki opsi lain selain dunia kerja yaitu membuka bisnis sendiri, tetapi tentunya hal ini harus dipersiapkan terlebih dahulu. Perbaikan kualitas diri harus dilakukan. Sikap yang mendukung perbaikan kualitas diri adalah entrepreneurship dan efikasi diri. Keduanya bukan hanya dibentuk di sekolah tetapi juga bisa melalui lingkungan keluarga.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui

(1) Tingkat entrepreneurship siswa dari lingkugan keluarga wirausaha dan non wirausaha

(2) Tingkat efikasi diri siswa dari lingkungan keluarga wirausaha dan non wirausaha

(3) Perbedaan tingkat entrepreneurship siswa dari lingkugan keluarga wirausaha dan non wirausaha

(4) Perbedaan tingkat efikasi diri siswa dari lingkungan keluarga wirausaha dan non wirausaha

(5) Peran lingkungan keluarga dalam pembentukan entrepreneurship siswa

(6) Peran lingkungan keluarga dalam pembentukan efikasi diri siswa.

Metode penelitian menggunakan metode campuran. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII SMK Negeri 1 Pasuruan kelompok bismen. Sampel penelitian berjumlah 147 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan dokumentasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa

(1) Tingkat entrepreneurship siswa dari lingkungan keluarga wirausaha masih didominasi oleh kategori sedang. Hal ini berarti siswa telah memiliki entrepreneurship tetapi belum maksimal dan konsisten. Sedangkan Tingkat entrepreneurship siswa dari lingkungan keluarga non wirausaha pada kategori sangat tinggi merupakan jumlah terbanyak. Hal ini berarti siswa telah memiliki entrepreneurship yang baik dan konsisten

(2) Tingkat efikasi diri siswa dari lingkungan keluarga wirausaha didominasi oleh kategori rendah, yang artinya efikasi diri siswa sangat perlu untuk ditingkatkan. Tingkat efikasi diri siswa dari lingkungan keluarga non wirausaha pada kategori sedang memiliki jumlah terbanyak, yang artinya efikasi diri siswa telah ada tetapi belum maksimal dan perlu ditingkatkan

(3) Hasil uji independent t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat entrepreneurship siswa dari lingkungan keluarga wirausaha dan non wirausaha

(4) Hasil uji independent t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan tingkat efikasi diri siswa dari lingkungan keluarga wirausaha dan non wirausaha

(5) Peran lingkungan keluarga pada pembentukan entrepreneurship siswa melalui pendidikan kewirausahaan berupa melibatkan anak dalam pengelolaan usaha, memotivasi dan membantu anak dalam menjalankan usahanya, anak ikut membantu kegiatan rumah, serta mencontohkan  cara berjualan

(6) Peran lingkungan keluarga pada pembentukan efikasi diri siswa meliputi dukungan emosional, yaitu rasa peduli, sikap perhatian, dan rasa percaya. Dukungan Penghargaan berupa ungkapan penghargaan maupun pemberian hadiah. Dukungan instrumental ditunjukkan dengan pemberian fasilitas sesuai kebutuhan. Dukungan informasi berupa pemberian saran dan pengarahan.

Peneliti menyarankan

(1) Pihak sekolah lebih memaksimalkan praktik pendidikan kewirausahaan agar tingkat entrepreneurship dan efikasi diri siswa yang semula masih ada pada tingkat rendah dan sangat rendah dapat dinaikkan pada kategori yang lebih tinggi

(2) Adanya peran keluarga baik dan lingkungan keluarga wirausaha dan non wirausaha memungkinkan untuk terjalinnya kerjasama antara pihak sekolah dan keluarga siswa untuk fokus menguatkan entrepreneurship dan efikasi diri siswa sehingga membentuk lulusan yang tangguh

(3) Peneliti selanjutnya diharapkan melakukan penelitian lanjutan pada populasi yang berbeda untuk memperdalam pembahasan variabel penelitian yang dipakai pada penelitian ini.

 

SUMMARY

Aprilia, Dinda Rizki 2019. The Difference Entrepreneurship Level and Student’s Self Efficacy From Entrepreneurial and Non Entrepreneurial Family Environment (Case Study In Twelfth grade At SMK Negeri 1 Pasuruan). Sarjana’s Thesis, Department of Management, Faculty of Economics, Universitas Negeri Malang. Advisor: Dr. H. Agung Winarno, M.M.

 

Keywoard: Entrepreneurship, Self Efficacy, dan Family Environment.

Unemployment is a problem faced by many people, including vocational school graduates. The unemployment rate of vocational school graduates is high. Competition in the workplace practices leaves student of vocational school well prepared to win the competition. Actually they had other options besides the workplace to open their own business, but sure this must also be prepared in advance. Self-improvement has to be done. The attitude that supports self improvement is entrepreneurship and self efficacy. Both are not only formed in schools but also can be formed in the family environment.

This research are aimed to find out

(1) The entrepreneurship level of students from entrepreneurial family and non-entrepreneurial family

(2) The students' self-efficacy from entrepreneurial and non-entrepreneurial family environment

(3) The differences entrepreneurship levels between students from entrepreneurial and non-entrepreneurial family environment

(4) The differences level of self-efficacy of students from entrepreneurial and non-entrepreneurial family environment

(5) The role of the family environment in the formation of student entrepreneurship

(6) The role of the family environment in the formation of student self-efficacy.

The research uses a mixed method. The population of this research was students of class XII bismen group of SMK Negeri 1 Pasuruan. The research sample totaled 147 students. Data collection using questionnaires, interviews, and documentation.

The results showed that

(1) The entrepreneurship level of students from entrepreneurial family still dominated by the medium category. It means that students have entrepreneurship but are not maximal and consistent. The entrepreneurship level of students from non-entrepreneurial family in the veery high category is the highest number. It means that students have good and consistent entrepreneurship

(2) The self-efficacy level of students from the entrepreneurial family environment is dominated by low categories, which means that students' self-efficacy really needs to be improved. The self-efficacy level of students from non-entrepreneurial family environments in the medium category has the highest number, which means that students’ self-efficacy exists but has not been maximized and needs to be improved

(3) Independent t-test show there is no difference level of entrepreneurship between students from the entrepreneurial and non-entrepreneurial family environment

(4) Independent t-test show there is no difference between the students' self-efficacy level from the entrepreneurial and non-entrepreneurial family environment

(5) The role of the family environment in the formation of student entrepreneurship through entrepreneurship education children in carrying out their business, children help in activities at home, and exemplify how to sell

(6) The role of the family  environment in the formation of student self-efficacy includes emotional support, namely caring, attention, and trust. Award support in the form of awards and gifts. Instrumental support is indicated by the provision of facilities as needed. Information support in the form of advice, suggestion, and direction.

The researchers suggests that

(1) The school mostly maximized the entrepreneurship education practices so that entrepreneurship levels and students’ self-efficacy that were in low and very low category could be improved to higher category

(2) The existance of family rules from entrepreneurial family or nonentrepreneurial family makes it possible to establish cooperation between school and family to focus on strengthening entrepreneurship and students’ self-efficacy so that forming a good graduated

(3) Further researchers are expected to do advanced research on different population to deepen the research variable of this research.