SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP WORK ENGAGEMENT DENGAN SELF EFFICACY SEBAGAI VARIABEL MODERATOR PADA KARYAWAN HOTEL PELANGI MALANG

PRISTIWIANA OKTA

Abstrak


ABSTRAK

Pristiwiana, Okta. 2019. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Work Engagement dengan Self Efficacy Sebagai Variabel Moderator Pada Karyawan Hotel Pelangi Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Dr. Syihabudhin, S.E., M.Si.

 

Kata Kunci:lingkungan kerja, work engagement, self efficacy.

Karyawan yang disebut sebagai unsur penentu kemajuan perusahaan tentunya akan sangat berperan penting sebagai tumpuan perusahaan kedepannya dalam menghadapi persaingan. Karyawan dalam mewujudkan semua itu salah satunya diharapkan dapat memiliki work engagement yang tinggi. Lingkungan kerja yang mendukung dan inspiratif merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi work engagement. Dengan demikian, agar karyawan memiliki work engagement  yang tinggi dengan kondisi lingkungan kerja yang ada, maka dibutuhkan adanya self efficacy dalam diri karyawan.

Penelitian ini bertujuan untuk

(1) mengetahui kondisi lingkungan kerja, work engagement, dan self efficacy pada karyawan Hotel Pelangi Malang,

(2) mengetahui apakah lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap work engagement pada karyawan Hotel Pelangi Malang, dan

(3) mengetahui apakah self efficacy mampu menjadi variabel moderator yang signifikan pada pengaruh lingkungan kerja terhadap work engagement pada karyawan Hotel Pelangi Malang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Hotel Pelangi Malang yang berstatus tetap dan kontrak dengan jumlah 64 karyawan. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan proposional sampling dan diperoleh sampel sebanyak 55 responden.

Hasil dari penelitian ini adalah

(1) kondisi lingkungan kerja, work engagement, dan self efficacy pada karyawan Hotel Pelangi Malang termasuk dalam kategori baik/tinggi,

(2) lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap work engagement pada karyawan Hotel Pelangi Malang, dan

(3) self efficacy tidak mampu menjadi variabel moderator yang signifikan pada pengaruh lingkungan kerja terhadap work engagement pada karyawan Hotel Pelangi Malang.

Saran dari hasil penelitian ini adalah

(1) kepada pihak manajemen Hotel Pelangi Malang

(a) untuk menghilangkan adanya perasaan belum aman karyawan dari kemungkinan adanya pemutusan hubungan kerja yang sewenang-wenang dari atasan dapat dilakukan dengan pemberian pendampingan yang lebih banyak dari atasan kepada karyawan pada saat bekerja dan memberikan peluang karir kepada karyawan,

(b) untuk mengurangi adanya karyawan yang masih memikirkan sesuatu yang ada di luar pekerjaan hotel pada saat bekerja, dapat menciptakan ruang kerja yang menyenangkan, atasan memberikan perhatian kepada karyawan dengan cara lebih sering untuk mengajak berkomunikasi terkait hal pekerjaan, dan memberikan fasilitas outing kepada karyawan yang memiliki kinerja bagus pada setiap departemen, sehingga karyawan akan merasa lebih termotivasi dan lebih fokus terhadap pekerjaannya,

(c) untuk mengatasi karyawan yang merasa kurang memiliki kemampuan untuk menyikapi situasi dan kondisi yang beragam dalam pekerjaannya dengan sikap yang positif, dapat memberikan beberapa treatment/challenge dalam pekerjaan karyawan, sehingga akan menambah pengalaman baru bagi karyawan dan dapat dimanfaatkan karyawan ketika mereka dihadapkan pada kondisi yang beragam,

(d) untuk meningkatkan work engagement karyawan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kondisi lingkungan kerja, dan

(2) kepada peneliti selanjutnyadapat menguji variabel self efficacy sebagai variabel moderator pada pengaruh lingkungan kerja terhadap work engagement pada sektor, karakteristik responden, dan karakteristik pekerjaan yang berbeda dari penelitian ini. Selain itu, bagi peneliti selanjutnya dapat memilih indikator dan instrumen lingkungan kerja yang lebih membidik pada kondisi lingkungan kerja non fisik atau psikologi karyawan yang lebih erat kaitannya dengan work engagement.