SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Gerakan Literasi Sekolah terhadap Minat Baca Siswa Berbasis Literatur Administrasi Perkantoran melalui Sumber Belajar

OKTAVIANI WINDHA

Abstrak


RINGKASAN

Oktaviani, Windha. 2019. Pengaruh Gerakan Literasi Sekolah terhadap Minat Baca Siswa Berbasis Literatur Administrasi Perkantoran melalui Sumber Belajar (Studi pada Siswa SMK Administrasi Perkantoran di SMKN 1 Boyolangu dan SMKN 2 Blitar). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Sopiah, M.Pd, M.M

 

Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, Sumber Belajar, Minat Baca

Minat baca siswa di Indonesia tergolong sangat rendah, dibuktikan pada hasil penelitian (PISA) Programme for International Student Assesment tahun 2009 menyatakan bahwa tingkat literasi siswa di Indonesia berada pada peringkat ke 57, sedangkan tahun 2012 menunjukkan pada peringkat ke 64, serta tahun 2015 menunjukkan hasil yang sama. Selain itu studi “Most Nation In The World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada maret 2016, menyatakan bahwa peringkat literasi Indonesia berada di urutan ke-60 dari 61 negara yang diteliti. Indonesia berada diantara Thailand (59) dan Bostwana (61). Berdasarkan hal tersebut dapat diihat bahwa minat baca di Indonesia tergolong sangat rendah, sedangkan membaca merupakan suatu hal yang sangat penting karena tanpa membaca seseorang tidak dapat menyaring dan memahami suatu informasi dengan bijak dan cermat. Berdasarkan hal tersebut adanya program gerakan litearsi sekolah sangat bermanfaat. Gerakan literasi sekolah berupaya untuk muwujudkan pembiasaan membaca yang menjadikan peserta didik gemar membaca. Terkait minat baca tinggi maka akan berdampak baik untuk perkembangan pola pikir serta pengetahuan lebih luas yang didapat oleh peserta didik. Sumber belajar dapat menjadi moderator terselenggaranya kegiatan gerakan literasi sekolah, sehingga dengan adanya sumber belajar yang memadai dapat mendukung gerakan literasi sekolah dalam mewujudkan minat baca tinggi peserta didik. Minat baca siswa di Tulungagung dan Blitar khususnya di SMKN 1 Boyolangu dan SMKN 2 Blitar mendapatkan rata-rata hanya 10%. Berkaitan dengan hal tersebut peneliti melakukan penelitian terkait gerakan literasi sekolah terhadap minat baca siswa berbasis literatur administrasi perkantoran melalui sumber belajar di dua sekolah tersebut.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui

(1) pengaruh gerakan literasi sekolah terhadap sumber belajar,

(2) pengaruh sumber belajar terhadap minat baca siswa berbasis literatur administrasi perkantoran,

(3) pengaruh gerakan literasi sekolah terhadap minat baca siswa berbasis literatur administrasi perkantoran, dan

(4) pengaruh gerakan literasi sekolah terhadap minat baca siswa berbasis literature administrasi perkantoran melalui sumber belajar.

Pendekatan penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa dari program keahlian Administrasi Perkantoran di SMKN 1 Boyolangu dan SMKN 2 Blitar dengan total populasi 823 siswa. Sampel penelitian sebanyak 269 yang terbagi dua yaitu SMKN 1 Boyolangu sebanyak 158 siswa dan SMKN 2 Blitar sebanyak 111 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan observasi. Uji validitas dan reliabilitas dan analisis data menggunakan SPSS versi 23.0 for windows. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa

(1) sebagian besar SMKN 1 Boyolangu dan SMKN 2 Blitar sudah menjalankan program sekolah yaitu gerakan literasi sekolah dengan cukup baik, serta memiliki sumber belajar yang sangat memadai. Selain itu peserta didik dari program keahlian Administrasi Perkantoran juga memiliki minat baca khususnya pada literatur administrasi perkantoran dengan cukup baik,

(2) gerakan literasi sekolah di SMKN 1 Boyolangu dan SMKN 2 Blitar berpengaruh positif dan signifikan terhadap sumber belajar,

(3) sumber belajar di SMKN 1 Boyolangu dan SMKN 2 Blitar berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat baca siswa berbasis literatur administrasi perkantoran,

(4) gerakan literasi sekolah di SMKN 1 Boyolangu dan SMKN 2 Blitar berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat baca siswa berbasis literatur administrasi perkantoran,

(5) gerakan literasi sekolah di SMKN 1 Boyolangu dan SMKN 2 Blitar berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat baca siswa berbasis literatur administrasi perkantoran melalui sumber belajar.

Saran yang diberikan peneliti adalah

(1) bagi dinas pendidikan Provinsi Jatim yaitu dapat dijadikan sebagai masukan bagi dinas dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan kerjanya, serta mensukseskan program pemerintah untuk menciptakan sekolah-sekolah yang berkompeten sesuai dengan kurikulum 2013 salah satunya progam gerakan literasi sekolah.

(2) bagi pimpinan SMKN 1 Boyolangu dan SMKN 2 Blitar yaitu pihak sekolah lebih giat lagi dalam melaksanakan program gerakan literasi sekolah dan memperbaaiki atau menambah fasilitas sumber belajar agar minat baca siswa dari program keahlian Administrasi Perkantoran terkait bidangnya semakin meningkat,

(3) bagi Siswa SMKN 1 Boyolangu dan SMKN 2 Blitar yaitu siswa dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai wawasan untuk lebih bersemangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran khususnya menumbuhkan budaya literasi yang berdampak pada hasil belajar, serta

(4) bagi peneliti selanjutnya yaitu ketiga variabel dapat dilanjutkan dengan menambahkan faktor lingkungan belajar atau faktor lain untuk lebih menyempurnakan penelitian selanjutnya di objek yang sama.