SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pendidikan Karakter, Lingkungan Sekolah, Lingkungan Pergaulan, Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik

Suswanti Nanda Putri Rahma

Abstrak


RINGKASAN

Suswanti, N. P. R. 2019. Pengaruh Pendidikan Karakter, Lingkungan Sekolah, Lingkungan Pergaulan, Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik (Studi Pada Siswa Kelas XII Program Keahlian Bisnis Dan Manajemen Pada Mata Pelajaran Produktif Di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang). Skripsi, Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Gatot Isnani, M.Si.

 

Kata Kunci: pendidikan karakter, lingkungan sekolah, lingkungan pergaulan, motivasi belajar, hasil belajar

Hasil belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berada dalam diri peserta didik, seperti karakter dan motivasi belajar, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri peserta didik seperti lingkungan sekolah dan lingkungan pergaulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel pendidikan karakter (), variabel lingkungan sekolah (), variabel lingkungan pergaulan (), dan variabel motivasi belajar () terhadap hasil belajar peserta didik (Y).

Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII Program Keahlian Bisnis dan Manajemen berjumlah 84 peserta didik, dengan sampel sebesar 70 peserta didik. Teknik sampling menggunakan Proportionate Random Sampling. Sumber data berasal dari data primer yang diperoleh dari responden dan data sekunder yang diperoleh dari bagian Tata Usaha dan Waka Kurikulum. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumentasi, dan wawancara tidak terstruktur. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert dengan lima alternatif jawaban. Data awal dalam penelitian ini berupa  skala ordinal yang kemudian diubah menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Uji kelayakan instrumen dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas dengan membagikan kuesioner kepada 30 responden di luar sampel penelitian. Teknik analisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Analisis data pada statistik inferensial menggunakan analisis regresi linear berganda. Sebelum melakukan analisis regresi linear berganda, dilakukan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, heteroskedastisitas, dan multikolinearitas.

Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan:

(1) variabel pendidikan karakter,

(2) variabel lingkungan sekolah,

(3) variabel lingkungan pergaulan, dan

(4) variabel motivasi belajar diklasifikasikan Cukup Baik, sedangkan

(5) variabel hasil belajar diklasifikasikan Baik.

Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa:

(1) model regresi memenuhi asumsi normalitas dilihat dari titik yang menyebar disekitar garis diagonal pada grafik normal P-P Plot of Regression Standardized Residual;

(2) tidak terjadi multikolinearitas, terlihat pada nilai VIF ≥ 10 atau nilai Tolerance ≤ 0,10;

(3) tidak terjadi heteroskedastisitas, terlihat pada scatterplot yang menyebar secara acak di bawah dan di atas angka 0 pada sumbu Y dan tidak membentuk suatu pola tertentu. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa seluruh variabel independent tidak berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap variabel dependent. Sumbangan efektif tidak dihitung dalam penelitian ini dikarenakan seluruh variabel independent tidak berpengaruh terhadap variabel dependent. Hal tersebut didukung dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,012 yang artinya variabel independent hanya mampu menjelaskan variabel dependent sebesar 1,20% dan selebihnya sebesar 98,80% dipengaruhi oleh variabel lain. Hasil tersebut juga dipengaruhi oleh skor rata-rata jawaban responden pada setiap variabel bebas, dimana nilai skor rata-rata jawaban responden diklasifikasikan cukup baik namun dengan kategori nilai skor yang relatif rendah.

Peneliti menyarankan:

(1) Kepala Sekolah diharapkan dapat menambah fasilitas di sekolah, seperti penambahan ruang kelas, kantin kejujuran, LCD dan finger print, dimana pada kuesioner terbuka sebagian besar responden menyatakan bahwa diperlukan penambahan sarana dan prasarana di sekolah,

(2) Guru diharapkan mampu mengoptimalkan usaha penerapan pendidikan karakter untuk meminimalisasi peserta didik yang melakukan pelanggaran. Guru juga diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan, dimana pada kuesioner terbuka beberapa responden menyatakan bahwa hasil belajar kurang maksimal dikarenakan kurang memahami penjelasan guru,

(3) Peserta didik diharapkan mampu meningkatkan sikap kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab. Peserta didik juga diharapkan lebih giat belajar dan selalu berusaha mencari bahan belajar yang dianjurkan guru,

 

(4) Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut terkait variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Variabel lain yang dapat mendukung peningkatan hasil belajar peserta didik di luar variabel yang diteliti, misalnya minat belajar, gaya mengajar guru, perhatian keluarga, kesiapan belajar, kemandirian belajar, gaya belajar dan kesehatan tubuh.