SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Korespondensi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang

ALVIANTI NURIVA

Abstrak


ABSTRAK

Alvianti, Nuriva. 2019. Pengembangan Modul Korespondensi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang. Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: H. Imam Bukhori, S.Pd., M.M., M.Pd.

 

Kata Kunci : Pengembangan Modul, Korespondensi, Hasil Belajar.

Mata pelajaran korespondensi merupakan mata pelajaran yang memerlukan pemahaman tingkat tertentu. Modul Korespondensi merupakan salah satu bahan ajar yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena modul yang dikembangkan dan disesuaikan dengan kurikulum saat ini. Tujuan dari pengembangan dan penelitian ini yaitu:

(1) menghasilkan modul pada Kompetensi Dasar Membuat Surat Niaga untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa (Studi pada Peserta Didik Kelas X Program Keahlian Administrasi Perkantoran di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kab. Malang),

(2) Menganalisis ada atau tidak adanya peningkatan hasil belajar peserta didik kelas X Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Kabupaten Malang,

(3) mengetahui berapa besar perbedaan hasil belajar peserta didik antar kelas yang menggunakan Modul Korespondensi dan yang tidak menggunakan Modul Korespondensi.

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model Research and Development (R&D) dari Brog and Gall yang telah dimodifikasi dan disesuaikan dengan keadaan lapangan yaitu :

(1) Penelitian Awal

(2) Pengumpulan Data

(3) Pengembangan Draft Awal

(4) Uji Coba Produk Awal

(5) Revisi Hasil Uji Coba

(6) Uji Coba Lapangan

(7) Revisi Produk Final

(8) Produk Akhir

(9) Revisi Produk.

Modul yang dikembangkan divalidasi oleh 2 orang ahli modul dan 2 orang ahli materi, dan 10 subjek uji coba kelompok kecil. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran 1 berjumlah 40 peserta didik sebagai kelas eksperimen dan kelas X Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran 2 berjumlah 34 peserta didik sebagai kelas kontrol. Instrumen pengumpulan data yang digunakan meliputi dokumentasi, post test, dan angket. Untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol perlu memberikan tretment pada penelitian ini peneliti menggunakan nilai UTS (Ujian Tengah Semester) dengan mengetahui perbedaan nilai UTS maka dapat menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Bentuk desain eksperimen merupakan pengembangan dari true experimental design, yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai kelompok kontrol tetapi tidak sepenuhnya untuk mengontrol variable-variabel luar yang mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data uji-T.

Berdasarkan hasil validasi modul, ahli materi, dan uji coba kelompok kecil, rata-rata hasil validasi diperoleh sebesar 86,16 hal ini menunjukkan bahwa modul Korespondensi sangat layak/sangat valid digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil belajar pada perhitungan analisis Uji-T kelas eksperimen mendapat nilai rata-rata sebesar 91,08 dan kelas kontrol sebesar 74,88. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar peserta didik kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Sedangkan rata-rata hasil independent sample t-test yaitu analisis F hitung untuk uji kesetaraan variansi dan analisis T hitung untuk uji perbedaan rata-rata. Analisis F hitung menunjukkan 1,549 dengan signifikansi sebesar 0,217; karena signifikansi F hitung > 0,005; maka kedua kelas tersebut homogeny (sama), hingga untuk uji t-nya yang digunakan adalah kolom equal variance assumed karena memiliki variasi yang sama. Terlihat bahwa nilai uji T hitung kelas eksperimen sebesar 24,627 dan kelas kontrol sebesar 24,966 dengan signifikan sebesar 0,000 karena 0,000 <0,05, maka ada perbedaan rata-rata antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan yang signifikan sehingga dinyatakan bahwa modul korespondensi yang dikembangkan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran mata pelajaran Korespondensi. Kedepannya diharapkan modul korespondensi ini dapat dikembangkan lebih baik dengan menggunakan berbagai metode maupun model belajar yang lain.

Saran pemanfaatan bagi guru agar menggunakan modul korespondensi sebagai sumber belajar atau bahan ajar saat kegiatan pembelajaran di dalam kelas sedang berlangsung, dan saran pemanfaatan bagi peserta didik yaitu agar menggunakan modul korespondensi dalam kegiatan pembelajaran khususnya ketika mempelajari kompetensi dasar menganalisis surat niaga.