SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) (Pada Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran di SMK Negeri 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung)

Permatasari Indra Ayu

Abstrak


RINGKASAN

Permatasari, Indra Ayu. 2019. Analisis Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) (Pada Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran di SMK Negeri 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung). Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Djoko Dwi Kusumajanto, M.Si.

 

Kata Kunci: Praktik Kerja Lapangan, Kompetensi, dan Faktor Pendukung dan Penghambat

Salah satu sekolah yang dapat menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang keahlian yang menjadikan tempat pengembangan yang berkualitas yaitu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sekolah kejuruan membekali peserta didik dengan keterampilan tertentu dengan tujuan setelah menyelesaikan pendidikan mereka dapat bersaing dengan baik sebagai pekerjaan di Dunia Usaha/ Dunia Industri (DUDI) ataupun wirausaha. Upaya untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). PKL pergantian kurikulum K13 dan disesuaikan dengan SMK yang menjadi tempat penelitian yaitu PKL (Praktik Kerja Lapangan). Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan bagian pembelajaran SMK dengan bentuk pendidikan dan pelatihan keahlian kejuruan yang menggabungkan secara sistematik dan sejalan pengetahuan dengan ketrampilan dengan tujuan pendidikan di sekolah sesuai dengan jurusan atau keahliannya yang melalui kegiatan secara langsung di DU/DI.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang menjadi fokus dari penelitian ini yaitu pelaksanaan program PKL pada keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran di SMK Negeri 1 Boyolangu, kesesuaian kompetensi keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran di SMK Negeri 1 Boyolangu yang diperoleh peserta didik di sekolah dengan DU/DI serta faktor pendukung dan faktor penghambat yang dihadapi serta upaya dalam mengatasi faktor penghambat dalam pelaksanaan PKL pada keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Negeri 1 Boyolangu.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dibagi menjadi dua yaitu pertama peneliti sendiri sebagai intrumen kunci atau utama dan kedua pendoman wawancara, pendoman observasi, dan pendoman dokumentasi sebagai instrumen pendukung. Subjek penelitian ini adalah ketua program PKL, ketua keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran, guru pembimbing program PKL keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran, peserta didik kelas XI BDP 1, DU/DI, Alumni keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran di SMK Negeri 1 Boyolangu.

Pendoman pelaksanaan PKL yang telah dibuat oleh SMK Negeri 1 Boyolangu, serta alur program PKL. (1) Kesesuaian kompetensi keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Negeri 1 Boyolangu cukup relevan dengan tuntutan DU/DI. Kenyataannya masih ada pekerjaan yang kurang sesuai dengan kompetensi yaitu bersih-bersih, menjaga barang dan siaran pemberitahuan.

(2) Faktor pendukung pelaksanaan PKL di SMK Negeri 1 Boyolangu berasal dari eksternal dan internal meliputi motivasi dari guru pembimbing dan rekan atau teman sendiri, fasilitas yang berikan sekolah dalam proses belajar, terdapat uang saku yang diberikan dari DU/DI, dan pembimbing dari DU/DI selalu memberikan pengarahan dalam membantu kinerja peserta didik selama pelaksanaan PKL, pemberian pengalaman secara langsung kepada peserta didik, terjalinnya hubungan baik antara sekolah dengan DU/DI yang saling menguntungkan, materi yang diberikan sekolah untuk pembekalan. Faktor penghambat pelaksanaan PKL di SMK Negeri 1 boyolangu berasal dari eksternal dan internal meliputi kesulitan sosialisasi dengan lingkungan sekitar ditempat DU/DI, faktor orang tua, kesulitan peserta didik menjalankan pekerjaan di DU/DI, lamanya jam kerja, sarana dan prasarana di DU/DI kurang memadai, tugas atau pekerjaan diberikan DU/DI terdapat kurang sesuai dengan kompetensi. Solusi menghadapi kendala faktor penghambat tersebut adalah memberikan motivasi kepada peserta didik, memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan PKL kepada peserta didik dan orang tua, membangun semangat pada diri sendiri, evaluasi yang dilakukan sekolah supaya permasalahan tidak terulang lagi dan bisa terlaksana sesuai dengan kompetensi keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran.

 

Berdasarkan hasil dari penelitian ini peneliti memberikan saran SMK Negeri 1 Boyolangu perlu memperbanyak melakukan kerjasama dengan DU/DI yang sesuai dengan keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran. Peserta didik keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran sebaiknya melaporkan terkait tugas/ pekerjaan waktu pelaksanaan PKL yang belum terlaksana dengan kompetensi kepada guru pembimbing sehingga dapat dijadikan evaluasi oleh pihak sekolah dan diharapkan mengikuti PKL dengan sungguh-sungguh agar setelah lulus sekolah peserta didik siap memasuki dunia kerja mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja, dan dapat mengembangkan kompetensinya. DU/DI yang menjalin kerjasama dengan SMK Negeri 1 Boyolangu perlu meningkatkan peran sebagai tempat PKL peserta didik dalam memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan pengetahuan dan keterampilan terutama pengalaman sesuai dengan kompetensi.