SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PengaruhEfikasiDiri dan Status SosialEkonomi Orang TuaterhadapMinatBerwirausaha (Studi pada Siswa Kelas X SMK Islam Kota Batu)

FAIZIN ISLAMIATI

Abstrak


PENGARUH EFIKASI DIRI DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA (Studi Pada Siswa Kelas X Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen di SMK Islam Kota Batu)

Faizin Islamiati Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang, HP.

082236965268, islamiafaizin@gmail.com

Drs.H.Mohammad Hari, M.Si Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang, Jl. Semarang 5 Malang, HP.

081233989970, mohammad.hari@fe.um.id

 

Abstract: Education plays an important role on shaping a better future. Education is one of the main instruments on developing the future generation is ability and potential to create a well-quality human resources; and to bring that into reality the government attempts to entice the citizen is entrepreneurship interest. Some of the factors that influences the citizen is entrepreneurship interest are self-confidence, process and result oriented, the courage on taking risks, leadership, originality, and future-oriented. The purposes of this research are:

(1) to describe the self-efficacy;

(2) to describe socio-economic status of parents;

(3) to describe the interest on entrepreneurship;

(4) to explain the effect of self-efficacy and socio-economic status of parents towards the entrepreneurship interest partially;

(5) to determine the dominant affect between self-efficacy variables and socio-economic status of parents towards the entrepreneurship interest.

This research is an explanatory research with the method used is ex-pose facto by using descriptive statistical analysis and multiple linear regression analysis. The independent variables used in this research are self-efficacy (X1) and  socio-economic status of parents (X2), dependent variable is entrepreneurship interest. The population of this research are the students of class X SMK Islam Batu City amounts to 154 students with 111 students as the samples. The sampling technique used is proportional simple random sampling. The scale used is Likert scale with 5 answer options. Data collection techniques used are questionnaires and documentation. The feasibility test of the instrument used are the validity and reliability test. While, descriptive statistical and multiple linear regression analysis are used as data analysis techniques. There are 3 classical assumptions test that is used before performing multiple linear regression analysis, they are as follows, normality, multicolinearity, and heteroscedasticity test.

The results of descriptive statistical analysis shows:

(1) self-efficacy in good enough category;

(2) socio-economic status of parents in very good category;

(3) the entrepreneurship interest in very good category.

The results of the classic assumption test shows:

(1) The normality test shows that the regression model meets the assumption of normality;

(2) Multicollinearity test showed that the regression model did not occur multicollinearity symptoms;

(3) Heteroscedasticity test showed that regression model did not occur symptoms of heteroscedasticity. t test calculation is known that:

(1) there is a positive and significant affect between the self-efficacy variable and the entrepreneurship interest;

(2) there is a positive and significant affect between socio-economic status of parents and the entrepreneurship interest. The calculation of affective contribution shows that the self-efficacy variable is the dominant variable on influencing the interest on entrepreneurship. Based on the analysis results from this research can be concluded that self-efficacy has positive and significant impact towards the entrepreneurship interest.

 

Keywords: self-efficacy, socio-economic status of parents, entrepreneurship interest

Dewasa ini, pendidikan berperan penting untuk bekal manusia dalam melanjutkan kehidupan yang lebih baik. Pendidikan merupakan salah satu  instrumen utama dalam mengembangkan kemampuan atau potensi yang dimiliki generasi penerus suatu bangsa agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Guna menciptakan tujuan tersebut, pemerintah mendirikan sekolah yang dikhususkan untuk mencetak siswa yang siap kerja dan berwirausaha.

Uraian di atas sesuai dengan Undang – Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bab II pasal 3 yang berbunyi sebagai berikut.

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Menurut penjelasan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 15 tentang Sistem Pendidikan Nasional, jenis pendidikan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan , dan khusus. Salah satu pendidikan yang saat ini tengah dipersiapkan pemerintah untuk menjadi wirausaha adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk menjadi tenaga kerja yang terampil dan mengutamakan kemampuan sesuai dengan bidang atau jurusan yang mereka tempuh masing-masing. Dengan menempuh pendidikan di SMK, diharapkan akan membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang  mampu bersaing dan siap untuk menjadi seseorang yang siap kerja.

Semakin bertambahnya lulusan SMK setiap tahun, bukan mengurangi pengangguran, akan tetapi membuat bertambahnya pengangguran di Indonesia dan akibat lowongan pekerjaan yang tidak seimbang dengan banyaknyasiswa SMK yang lulus yang akan semakin bertambah, sedangkan saat ini perusahaan lebih banyak menampung pekerja yang minimal berpendidikan minimal D3/S1. Hal tersebut semakin membuat bertambahnya lulusan SMK yang menganggur setelah lulus. Menurut survei yang dilakukan CNN Indonesia yaitu badan pemberitaan nasional Indonesia , sepanjang tahun 2017 lulusan SMK menduduki presentasi 11,41 persen atau sebanyak 1,6 juta lulusan SMK menganggur yaitu jika dikonveksikan angka riil menjadi 1,9 juta orang. (sindonews, 2018)

Hal tersebut membuktikan bahwa minat siswa SMK dapat dikatakan kurang dalam berwirausaha. Penting adanya pembentukan jiwa kewirausahaan sejak dini terutama ditanamkan sejak kelas X di tingkat SMK sederajat. Sebab, penanaman jiwa kewirausahaan sejak dini dapat membangun karakter siswa untuk menjadi wirausaha tanpa harus menunggu pekerjaan dari orang lain, melainkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri karena telah terbangun jiwa kewirausahaan selama menempuh pendidikan di SMK selama 3 tahun. Pernyataan tersebut sependapat dengan Soemanto (2002:78) mengatakan bahwa satu-satunya perjuangan atau cara untuk mewujudkan manusia yang mempunyai moral, sikap, dan keterampilan wirausaha adalah dengan pendidikan.

Dalam berwirausaha dapat tumbuh dari dalam diri maupun dari luar diri sseorang. Pernyataan tersebut dapat dibuktikan teori yang dikemukkan oleh Dalyono (2015: 56), “Minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan juga datang dari hati sanubari. Salah satu faktor yang timbul dari dalam diri seseorang untuk berwirausaha adalah efikasi diri.

Efikasi diri merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu. Menurut Santrock (2014:180), efikasi diri adalah salah satu pendorong seseorang untuk mencapai hal yang diinginkan , sehingga dapat dikatakan sebagai faktor pendorong ataupun keyakinan dengan berpiikir positif untuk melakukan kegiatan wirausaha tanpa rasa ragu dan ketakutan untuk gagal serta memiliki dorongan kuat atas kemauan untuk menjadi seorang wirausaha.

Hal yang mempengaruhi minat siswa untuk berwirausaha salah satunya adalah  keadaan sosial ekonomi orang tua, efikasi diri. Hal tersebut dibuktikan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Alma (2009:6) “Dorongan-dorongan ini tergantung pada beberapa faktor antara lain faktor famili, teman,pengalaman,  keadaan ekonomi, keadaan lapangan kerja, dan sumberdaya yang tersedia.

Beberapa faktor yang diambil peneliti dalam penelitian ini adalah minat berwirausaha siswa , status ekonomi orang tua dan efikasi diri. Status ekonomi orang tua juga mendukung minat siswa untuk membangun minat untuk menjadi seorang wirausaha. Dalam teori Hurlock (1997:254) menyebutkan bahwa apabila status sosial ekonomi membaik, orang cenderung memperluas minat untuk mencakup hal – hal yang semula belum mampu dilaksanakannya. Status sosial ekonomi orang tua yang baik akan mendorong anak untuk memperluas minatnya, salah satunya dalam minat berwirausaha.

Apabila dengan adanya perekonomian yang cukup, lingkungan material yang dihadapi anak dalam keluarganya itu lebih luas, ia mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan bermacam-macam kecakapan yang ia tidak dapatkan apabila tidak ada alat-alatnya (Gerungan, 2000:181). Dapat dikatakan jika status sosial ekonomi orang tua juga menjadi faktor pendukung siswa dalam pembentukan minat siswa berwirausaha.

Berdasarkan lokasi SMK Islam Batu yang  berlokasi di Kota Batu, yaitu kota wisata dan hasil usaha olahan apel dan pariwisatanya, hendaknya dapat merangsang jiwa kewirausahaan siswa SMK Islam Kota Batu. Dengan harapan akan semakin mendorong jiwa kewirausahaan dalam diri siswa SMK Islam Batu dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri tanpa harus susah payah mencari pekerjaan setelah lulus sekolah. Hal tersebut dibuktikan berdasarkan pernyataan Badan Pusat Statistik Jatim, dengan pernyataan “Terlihat bahwa persentase jumlah tingkat pengangguran di Kota Batu semakin meningkat secara signifikan, dimulai pada tahun 2013 yang awalnya 2,3% kemudian naik menjadi 2,43% di tahun 2014, dan yang terakhir pada tahun 2015 naik secara melejit menjadi 4,29%” (nusantaranews, 2018).

Selain status ekonomi orang tua, efikasi dalam diri siswa juga perlu ditingkatkan guna membangun karakter yang tidak takut gagal dan mau mengambil resiko yang identik dengan jiwa seorang wirausaha.  Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian di Islam Batu dengan mengambil judul “Pengaruh Efikai Diri dan  Status Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Minat Berwirausaha (Studi Pada Siswa Kelas X  SMK Islam Kota Batu)”

Dengan demikian hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut:

Ha1 :  Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara status sosial ekonomi orang tua terhadap minat untuk berwirausaha pada siswa kelas X SMK Islam Kota Batu.

Ha2 :  Terdapat  pengaruh yang positif dan signifikan antara efikasi diri terhadap minat berwirausaha  siswa kelas X SMK Islam Kota Batu.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian jenis ex-post facto karena penelitian ini mengungkapkan data atau kejadian yang ada tanpa merubah atau memanipulasi variabel maupun sampel yang diteliti. Penelitian ex-post facto dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi. Secara lebih luas, penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian analisis deskriptif kolerasinal dengan pendekatan kuantitatif. Hal tersebut dikarenakan penelitian ini berusaha menjelaskan keadaan dan hubungan kausal antar variabel

Dalam penelitian ini ditujukan untuk mengkaji dan melihat seberapa besar pengaruh Efikasi Diri dan Status Ekonomi Orang Tua terhadap Minat Berwirausaha. Dalam penelitian ini menjelaskan pengaruh antara variabel bebas (X) yang meliputi Efikasi Diri (X1), dan Status Ekonomi Orang Tua (X2) terhadap variabel terikat (Y) yaitu Minat Berwirausaha Siswa Kelas X di SMK Islam Kota Batu. Adapun hubungan antara variabel dalam penelitian ini adalah seperti gambar berikut.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, karena data yang disajikan berbentuk angka-angka untuk memperoleh kesimpulan menggunakan alat bantu statistik yang bersifat pengaruh berganda, yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Populasi dan Sampel

 

 

 

 

 

 

Gambar 3.1 Pengaruh Antar Variabel Penelitian

Keterangan :

X_1 : Efikasi diri

X_2 : Status sosial ekonomi orang tua

Y : Minat berwirausaha

 : Pengaruh secara parsial

Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Pemasaran, Akuntansi, Perbankan Syariah SMK Islam Kota Batu yang berjumlah 154 orang  karena jurusan tersebut berada dalam rumpun ekonomi yang memiliki peluang lebih besar dalam dunia berwirausaha.

Penelitian ini menggunakan teknik sampling propotional random sampling. Propotional random sampling adalah pengambilan sampel dari tiap sub populasi dengan memperhitungkan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut.

Dalam penelitian ini ukuran sampel berdasarkan rumus Slovin dalam Neolaka (2014:91) dinyatakan sebagai berikut.

 

Keterangan:

n = Ukuran Sampel

N = Ukuran Populasi

E = Ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel

n=N/(1+Ne^2 )

Keterangan:

n = Ukuran Sampel

N = Ukuran Populasi

E = Ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel

n=154/(1+(154x〖(0.05〗^2))

n=  154/1,385

n= 111,083032

n= 111

Berdasarkan rumus di atas sampel penelitian ini sebanyak 111,08 yang dibulatkan menjadi 111 responden.

 

Teknik Analisis

Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan dan memberi gambaran mengenai variabel-variabel  yang diteliti yaitu efikasi diri, status social ekonomi orang tua, dan minat berwirausahapada siswa kelas X SMK Islam Kota Batu.

Dalam analisis deskriptif untuk menentukan deskripsi variabel penelitian digunakan frekuensi dan persentase atas jawaban responden. Berikut adalah rumus interval untuk menentukan tiap variabel ke dalam sebuah predikat/kategori menurut Siregar (2010:8) sebagai berikut.

   

 

 

 

 

Keterangan :

P  = Panjang Kelas

R  = Jarak/rentangan (selisih antara data tertinggi dan data terkecil)

K  = jumlah kelas

Berdasarkan rumus tersebut, maka diperoleh tabel interval kelas untuk memberikan predikat/kategori tiap variabel, khususnya data variabel yang diperoleh melalui angket yang dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.

Tabel 1 Kriteria Pemaknaan Mean

Nomor Interval Keterangan

1. 1,00 – 1,80  Sangat Tidak Baik

2. 1,81 – 2,60  Tidak Baik

3. 2,61 – 3,40  Cukup Baik

4. 3,41 – 4,20  Baik

5. 4,21- 5,00  Sangat Baik

Sebelum melakukan analisis jalur peneliti melakukan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik harus dipenuhi untuk mengetahui apakah metode regresi dan variabel yang diteliti layak digunakan. Selanjutnya akan menguji pengaruh dari efikasi diri dan status social ekonomi orang tua terhadap minat berwirausaha.

 

HASIL ANALISIS

Analisis Variabel Efikasi Diri

Deskripsi variabel efikasi diri diukur menggunakan 7 item pertanyaan yaitu pertanyaan 1 sampai 7 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Setelah dilakukan analisis deskriptif didapatkan hasil seperti tercantum dalam Tabel 4.7 berikut.

Be