SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Penerapan Corporate Governance Terhadap Tingkat Financial Distress (Studi pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017)

Veninda Annisa Putri

Abstrak


Sektor pertambangan merupakan salah satu lapangan usaha yang memberikan banyak kontribusi kepada Indonesia, namun kontribusi sektor pertambangan terhadap produk domestik bruto Indonesia pada tahun 2012-2016 mengalami penurunan yang signifikan. Hal itu dapat mengindikasikan terjadinya penurunan jumlah produksi yang telah dihasilkan unit sektor pertambangan di Indonesia. Penurunan produksi dapat mengakibatkan menurunnya pendapatan, yang apabila terjadi terus menerus akan menyebabkan arus kas operasi menjadi negatif sehingga timbul masalah likuiditas. Suatu perusahaan yang mengalami masalah likuiditas dapat diartikan bahwa sangat mungkin perusahaan tersebut memasuki masa financial distress. Walaupun terdapat tekanan dari kondisi makroekonomi, perusahaan dapat meminimalisir terjadinya financial distress dengan menjaga faktor-faktor fundamental perusahaan, salah satunya corporate governance. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi variabel serta menguji pengaruh penerapan corporate governance yang diproksikan melalui variabel disclosure and transparency (DC); board of directors’ characteristics (BOD); shareholders’ rights and investor relation (SI); dan ownership and control structure (OC) terhadap tingkat financial distress.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang akan dianalisis dengan menggunakan data sekunder. Sampel yang diperoleh dari metode purposive sampling terdiri dari 31 perusahaan atau 155 data perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif serta analisis regresi logistik dengan menggunakan program SPSS 23.

 

Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa 36 sampel termasuk distressed firms sedangkan 119 sampel termasuk healthy firms. Pada distressed firms, klasifikasi DC dan BOD adalah sedang, SI tinggi, dan OC cukup rendah. Pada healthy firms, klasifikasi DC adalah tinggi, BOD sedang, SI sangat tinggi, dan OC cukup tinggi. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa DC, SI, dan OC secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat financial distress sedangkan variabel BOD secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat financial distress. Secara simultan, variabel DC, BOD, SI, dan OC berpengaruh signifikan terhadap tingkat financial distress. Perusahaan disarankan agar meningkatkan penerapan corporate governance untuk mencegah terjadinya financial distress. Investor sebaiknya memperhatikan penerapan corporate governance dalam mengambil keputusan investasi. Peneliti selanjutnya disarankan meneliti karakteristik dewan komisaris secara spesifik dan menambah proksi corporate governance yang lain.