SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Efikasi Diri, Lingkungan Sosial, Pengalaman Mengikuti Kajian Praktik Lapangan Terhadap Kesiapan Menjadi Guru (Studi Pada S1 Program Studi Tata Niaga Angkatan 2015/2016 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang).

Asyaria Dwi Intan

Abstrak


RINGKASAN

Asyaria, D. I. 2019. Pengaruh Efikasi Diri, Lingkungan Sosial, Pengalaman Mengikuti Kajian Praktik Lapangan Terhadap Kesiapan Menjadi Guru (Studi Pada S1 Program Studi Tata Niaga Angkatan 2015/2016 Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang). Skripsi, Program Studi Pendidikan Tata Niaga, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. H. Gatot Isnani, M.Si.

 

Kata Kunci: efikasi diri, lingkungan sosial, KPL, kesiapan menjadi guru.

Kesiapan seseorang menjadi guru dapat dipengaruhi dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berada dalam diri setiap orang, seperti efikasi diri, sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang mempengaruhi seseorang melalui lingkungan sosial, dan pengalaman mengajar di sekolah atau biasa disebut Kajian Praktik Lapangan (KPL). Sebagai seorang calon guru, efikasi diri merupakan penentu utama  dalam pengambilan keputusan dan tentu saja dibarengi oleh dukungan-dukungan keluarga, kerabat dekat, teman, dan lain sebagainya. Disamping itu perlu adanya pengalaman di bidang keguruan untuk mengetahui bagaimana kondisi riil di lapangan sehingga dapat mempersiapkan diri lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri (X_1), lingkungan sosial (X_2) dan pengalaman mengikuti kajian praktik lapangan (X_3) terhadap kesiapan menjadi guru (Y) secara parsial. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Tata Niaga Angkatan 2015/2016 sebanyak 82 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Skala yang digunakan skala Likert dengan 5 alternatif jawaban. Jenis skala pengukuran dalam penelitian ini adalah skala ordinal yang dikonversikan menjadi skala interval melalui MSI (Method of Succesive Interval). Teknik pengumpulan data menggunakan

(1) kuesioner,

(2) wawancara,

(3) dokumentasi.

Uji kelayakan instrumen menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan teknik inferensial. Sebelum dilakukan analisis regresi linier berganda, dilakukan uji asumsi klasik yaitu:

(1) uji normalitas,

(2) uji multikolinearitas,

(3) uji heteroskedastisitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kondisi

(1) variabel efikasi diri,

(2)  variabel lingkungan sosial,

(3) variabel pengalaman mengikuti KPL, dan

(4) variabel kesiapan menjadi guru diklasifikasikan Cukup Baik.

Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa:

(1) model regresi memenuhi asumsi normalitas, terlihat dari titik-titik yang terdapat pada P-P Plot of Regression Standardized Residual yang menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal;

(2) model regresi tidak terjadi multikolinearitas terlihat pada nilai VIF ≥ 10 atau mempunyai angka Tolerance ≤ 0,10;

(3) uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas terlihat dari grafik scatterplot yang tidak membentuk pola tertentu dan menyebar. 

Hasil hipotesis menunjukkan bahwa:

(1) terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel efikasi diri terhadap kesiapan menjadi guru,

(2) terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan sosial terhadap kesiapan menjadi guru,

(3) tidak  terdapat pengaruh positif dan sinifikan pengalaman mengikuti KPL terhadap kesiapan menjadi guru. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,554 artinya variabel efikasi diri 〖(X〗_1), variabel lingkungan sosial 〖(X〗_2), variabel pengalaman mengikuti KPL 〖(X〗_3), dapat menjelaskan variabel kesiapan menjadi guru (Y) adalah sebesar 55,40% sisanya sebesar 44,60% dipengaruhi oleh variabel lain misalnya profesi guru sebagai panggilan jiwa, belajar untuk mengembangkan diri, belajar menjadi professional, motivasi berprestasi, prestasi kerja guru, kepakaran, dan kemandirian.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan

(1) Bagi  Mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan efikasi diri dengan belajar menyelesaikan tugas yang lebih sulit dan mencoba mengeksplorasi kemampuan pada bidang lain yang belum dikuasai dan meningkatkan persepsi pada profesi guru dengan memperluas pengetahuan mengenai profesi guru

 

(2) Bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lebih lanjut terkait variabel lain yang diduga mempengaruhi seperti profesi guru sebagai panggilan jiwa, belajar untuk mengembangkan diri, belajar menjadi professional, motivasi berprestasi, prestasi kerja guru, kepakaran, dan kemandirian.