SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Penilaian Psikomotorik Berbasis Proyek pada Mata Pelajaran Komunikasi Bisnis (Studi pada Kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang)

Wahidatur Rosyidah

Abstrak


ABSTRAK

 

Rosyidah, Wahidatur. 2019. Pengembangan Instrumen Penilaian Psikomotorik Berbasis Proyek pada Mata Pelajaran Komunikasi Bisnis (Studi pada Kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Wening Patmi Rahayu, S.Pd., M.M

 

Kata Kunci: Penilaian Psikomotorik, Penilaian Proyek, Membuat Surat Niaga, Melakukan Negosiasi Bisnis

Salah satu aspek pembelajaran peserta didik yang dapat dinilai oleh guru ialah aspek psikomotorik. Penilaian psikomotorik adalah penilaian yang berhubungan dengan aspek keterampilan peserta didik. Penilaian psikomotorik dapat dilakukan dengan menggunakan penilaian proyek. Penilaian proyek dilakukan oleh guru terhadap peserta didik secara individu atau kelompok, dengan mengerjakan tugas (proyek) dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Tugas (proyek) yang dikerjakan peserta didik adalah membuat surat niaga dan melakukan negosiasi bisnis. Penilaian proyek memiliki beberapa kelebihan, yaitu peserta didik lebih bebas mengeluarkan ide, lebih mandiri dan bertanggung jawab, serta meningkatkan kreativitas guru dan peserta didik. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan instrumen penilaian psikomotorik berbasis proyek sesuai dengan kurikulum 2013 yang layak dan valid digunakan pada kompetensi dasar membuat surat niaga dan melakukan negosiasi bisnis.

Instrumen penilaian psikomotorik berbasis proyek dikembangkan dengan metode Research and Development. Langkah-langkah dalam penelitian dan pengembangan dilakukan dengan memodifikasi metode penelitian Borg & Gall menjadi 5 tahap, meliputi: (1) studi literatur; (2) perencanaan; (3) pengembangan instrumen penilaian psikomotorik berbasis proyek; (4) uji coba terbatas; (5) revisi hasil uji coba. Peneliti melakukan uji coba dengan validasi isi dan uji coba terbatas. Validasi isi dilakukan oleh 2 dosen Pendidikan Tata Niaga dan 1 guru Pemasaran sebagai validator ahli. Uji coba terbatas dilakukan terhadap 12 peserta didik kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran SMK Muhammadiyah 2 Malang dengan mengisi angket uji keterbacaan (pemahaman) instrumen. Data yang diperoleh dari uji coba terbatas ialah data kuantitatif dan data kualitatif.

Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah instrumen penilaian psikomotorik berbasis proyek pada mata pelajaran komunikasi bisnis. Hasil validasi isi instrumen penilaian psikomotorik memperoleh skor 4.9 dengan persentase 98.5% pada K.D membuat surat niaga, dan skor 5 dengan persentase 100% pada K.D melakukan negosiasi bisnis, sehingga menunjukkan kriteria “sangat layak”. Hasil validasi isi soal proyek memperoleh skor 4.4 dengan persentase 87.1% pada K.D membuat surat niaga, dan skor 4.6 dengan persentase 92.9% pada K.D melakukan negosiasi bisnis, sehingga menunjukkan kriteria “sangat layak”. Hasil validasi isi materi memperoleh skor 5 dengan persentase 100% pada K.D membuat surat niaga dan K.D melakukan negosiasi bisnis, sehingga menunjukkan kriteria “sangat layak”. Hasil uji keterbacaan instrumen penilaian psikomotorik berbasis proyek memperoleh skor 50.9 dengan persentase 84.8% pada K.D membuat surat niaga, dan skor 51.4 dengan persentase 85.7% pada K.D melakukan negosiasi bisnis, sehingga menunjukkan kriteria “sangat layak/sangat baik” untuk digunakan.

Instrumen penilaian psikomotorik dikembangkan berdasarkan Panduan Penilaian Hasil Belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan yang diterbitkan Kemendikbud RI tahun 2018. Kelebihan instrumen penilaian psikomotorik yang dikembangkan adalah dapat digunakan untuk menilai lebih dari satu kompetensi dasar, menggunakan tiga validasi yaitu validasi instrumen, validasi soal, dan validasi materi, menggunakan lebih dari satu sumber referensi, terdapat level psikomotorik pada kisi-kisi proyek, dan cara perhitungan nilai proyek serta rentang skor untuk menentukan predikat lebh mudah dipahami. Berdasarkan hasil dari validasi isi serta uji coba terbatas, instrumen penilaian psikomotorik berbasis proyek dinyatakan valid dan layak untuk digunakan.