SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Psikomotor Berbasis Proyek Pada Mata Pelajaran Marketing kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran di SMK Negeri 1 Ponorogo

Dina Dwi Kusuma

Abstrak


ABSTRAK

 

Kusuma, Dina Dwi. 2019. Pengembangan Instrumen Penilaian Autentik Psikomotor Berbasis Proyek Pada Mata Pelajaran Marketing kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran di SMK Negeri 1 Ponorogo. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Wening Patmi Rahayu,S.Pd., M.M

 

Kata Kunci: Penilaian Autentik Psikomotor, Proyek, Marketing

Penilaian Autentik Psikomotor adalah penilaian yang dilakukan secara nyata mulai dari masukan, proses dan keluaran dengan menggunakan berbagai macam teknik dan instrumen penilaian yang pencapaian hasil belajarnya berbentuk keterampilan. Penilaian ini berbentuk lembar kerja proyek yang dikerjakan secara individu maupun kelompok dengan waktu yang telah ditentukan. Lembar kerja yang diberikan kepada siswa meliputi Lembar Kerja 1 Membuat Sketsa Desain Merek, Lembar Kerja 2 Merancang Strategi Penentuan Merek, Lembar Kerja 3 Merancang Strategi Perluasan Merek, Lembar Kerja 4 Membuat Sketsa Desain Promosi Produk, Lembar Kerja 5 Merancang Strategi Promosi Produk dan Lembar Kerja 6 Mempromosikan Produk.

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa instrumen penilaian autentik psikomotor berbasis proyek yang valid dan layak untuk panduan penilaian psikomotor pada Mata Pelajaran Marketing kompetensi dasar 4.9 membuat merek dan 4.10 melakukan promosi produk kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran di SMK Negeri 1 Ponorogo. Harapannya dengan adanya instrumen penilaian ini, guru dapat melakukan penilaian aspek psikomotor secara objektif sesuai kemampuan siswa.

Penelitian ini menggunakan tujuh tahapan, yaitu; (1) studi pendahuluan, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) validasi, (5) revisi awal, (6) uji coba terbatas, (7) revisi hasil uji coba. Produk hasil pengembangan ini diuji coba melalui validasi dan uji coba terbatas. Validasi dilakukan oleh 2 dosen dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang dan 1 guru Mata Pelajaran Marketing dari SMK Negeri 1 Ponorogo. Subjek uji coba terbatas dalam penelitian ini adalah 12 siswa kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran serta 1 guru produktif Bisnis Daring dan Pemasaran pada Mata Pelajaran Marketing kompetensi dasar 4.9 membuat merek dan 4.10 melakukan promosi produk. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi penilaian oleh dosen pada instrumen penilaian memperoleh hasil perhitungan nilai persentase rata-rata 85,33% dinyatakan “sangat layak”. Validasi lembar kerja oleh dosen pada instrumen penilaian memperoleh  hasil perhitungan nilai persentase rata-rata 90% dinyatakan “sangat layak”. Sedangkan validasi materi oleh dosen dan guru memperoleh hasil perhitungan nilai persentase rata-rata 97,34% dinyatakan “sangat layak”. Hasil uji keterbacaan terhadap instrumen penilaian oleh siswa memperoleh hasil perhitungan nilai persentase rata-rata 90,67% dinyatakan “sangat layak”. Hasil respon guru terhadap instrumen penilaian memperoleh hasil perhitungan nilai persentase rata-rata 90% dinyatakan “sangat layak”. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba terbatas menunjukkan bahwa instrumen penilaian yang dikembangkan sangat valid dan sangat layak, sehingga dapat digunakan sebagai panduan penilaian aspek  psikomotor oleh guru pada Mata Pelajaran Marketing kompetensi dasar 4.9 membuat merek dan 4.10 melakukan promosi produk.

Saran pengembangan produk pada penelitian selanjutnya pada instrumen penilaian hasil pengembangan, yaitu : (1) perlu dilakukan uji coba dengan melihat keefektifan produk yang dikembangkan dengan cara membandingkan hasil penilaian dengan menggunakan produk dan hasil penilaian yang tidak menggunakan produk, (2) perlu dilakukan penelitian sampai pada tahap diseminasi kepada siswa dan tahap implementasi produk, karena lembar kerja sangat membantu siswa dalam mencapaian kompetensi dan guru sangat terbantu dalam melakukan penilaian, (3) instrumen penilaian yang dikembangkan bisa menambahkan aspek kognitif untuk meningkatkan pengetahuan siswa, sehingga tidak hanya aspek psikomotor saja, (4) perlu penambahan kompetensi dasar, sehingga instrumen penilaian yang dihasilkan tidak terbatas pada kompetensi dasar 4.9 membuat merek dan 4.10 melakukan promosi produk, (5) perlu bekerjasama dengan Guru Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dalam menentukan produk yang akan dibuat mereknya, sehingga siswa benar-benar membuat merek baru yang sesuai dengan karakteristik produk baru yang dihasilkan pada mata pelajaran tersebut.