SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY (TEFA) DALAM MENINGKATKAN JIWA BERWIRAUSAHA (STUDI PADA SISWA SMK NEGERI 3 MALANG)

Eting Kumala Sari

Abstrak


ABSTRAK

 

Sari, Eting Kumala. 2019. Implementasi Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) dalam Meningkatkan Jiwa Berwirausaha (Studi pada Siswa SMK Negeri 3 Malang). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. Agung Winarno, M.M.

 

Kata Kunci: teaching factory, berwirausaha

Teaching factory adalah pembelajaran berbasis produksi dimana siswa secara langsung melakukan kegiatan produksi barang atau jasa dengan menghadirkan suasana kerja yang sama di sekolah seperti di indsutri. Standar produk atau jasa yang digunakan merupakan standar dunia usaha atau dunia industri sehingga produk yang dihasilkan sudah layak jual. Artinya teaching factory adalah pembelajaran yang dapat menanamkan jiwa kewirausahaan siswa.

Penelitian implementasi teaching factory dalam meningkatkan jiwa berwirausaha siswa ini memiliki fokus penelitian meliputi: (1) pengimplementasian teaching factory di SMKN 3 Malang, (2) proses evaluasi dalam pelaksanaan teaching factory di SMKN 3 Malang, (3) faktor pendukung dan penghambat teaching factory di SMKN 3 Malang, (4) peran teaching factory dalam meningkatkan jiwa berwirausaha siswa SMKN 3 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan observasi,  dokumentasi, dan wawancara dengan informan yaitu, Waka Kurikulum, Ketua Program Keahlian Tata Busana, Ketua Program Kehalian Tata Boga, Siswa pelaku teaching factory.

Hasil penelitian, menunjukkan bahwa: (1) pengimplementasian teaching factory di SMKN 3 Malang dilakukan sesuai dengan standar industri, (2) proses evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi pada saat proses produksi barang/jasa dan evaluasi produk ketika sudah selesai, tindak lanjut dari kegiatan evaluasi terhadap teaching factory yaitu melakukan kegiatan penyempurnaan dari manajemen dan juga dari segi SDM serta sarana dan prasarana, (3) faktor pendukung dan penghambat teaching factory di SMKN 3 Malang pada SDM, koordinasi dengan DU/DI, sarana dan prasarana, modal, lokasi kerja dan keberlanjutan teaching factory, (4) peran teaching factory dapat melatih dan meningkatkan jiwa berwirausaha siswa SMKN 3 Malang, serta minat dan semangat siswa untuk berwirausaha semakin meningkat.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan kedepannya agar pembelajaran teaching factory tetap dijalankan di SMKN 3 Malang serta diperlukan adanya perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana pada kegiatan teaching factory, kemudian kepada institusi pendidikan lain dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai informasi dan kajian untuk mempersiapkan calon pendidik dan peningkatan kualitas pembelajaran berdasarkan implementasi teaching factory.