SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Mata Pelajaran Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Probolinggo Semester Gasal Tahun Ajaran 2018/2019

Ana Rizka Falentina

Abstrak


ABSTRAK

 

Falentina, Ana Rizka. 2019. Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa melalui Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada Mata Pelajaran Biologi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Probolinggo Semester Gasal Tahun Ajaran 2018/2019.Tesis Program Studi Biologi Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Murni Saptasari, M.Si., (II) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd.

 

Kata Kunci: Inkiri Terbimbing, Keterampilan Berpikir Kritis, Hasil Belajar

Pendidikan bertujuan menyiapkan siswa menjadi generasi mandiri yang mampu menghadapi tantangan zaman dengan memiliki keterampilan hidup abad 21 salah satunya berpikir kritis. Hasil observasi awal diperoleh fakta yang bertolak belakang yaitu rendahnya keterampilan berpikir kritis yang meliputi fokus, argumentasi, induksi, deduksi dan evaluasi yang terjadi di SMAN 2 Probolinggo. Melalui observasi dan analisis dokumen hasil belajar siswa, yang meliputi hasil beajar kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan belum memenuhi ketuntasan klasikal yang ditetapkan. Keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar dapat dikembangkan melalui proses pembelajaran dengan model pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran inkuiri terbimbing sebagai solusi model pembelajaranyang melatih dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar. Langkah-langkah pembelajaran inkuiri terbimbing memfasilitasi berkembangnya setiap indikator keterampilan berpikir kritis sekaligus memberikan perubahan terhadap hasil belajar keterampuilan sikap, pengetahuan dan keterampilan selama proses pembelajaran.Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan pembelajaran inkuiri terbimbing dalam mmengembangkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa  kelas XI IPA 1 SMAN 2 Probolinggo.

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Probolinggo tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 siswa. Setiap siklusnya terdiri dari langkah-langkah observasi awal, perencanaan pelaksanaan dan pengamatan, serta refleksi. Data penelitian melipiti hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran, hasil tes berpikir kritis, hasil belajar kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data secara triangulasi,dan penarikan kesimpulan.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa. Langkah-langkah pembelajaran inkuiri terbimbing dapat melatih siswa menstimulasi perkembangan keterampilan berpikir kritis untuk mendapatkan ide dalam rangka memecahkan masalah yang ditemukan. Berdasarkan analisis data hasil penelitian, keterampilan berpikir kritis siswa mengalami perkembangan setelah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Nilai kelima indikator keterampilan berpikir kritis yang diukur dalam penelitian ini yaitu fokus masalah, argumentasi, deduksi, induksi dan evaluasi menunjukkan perubahan ke arah lebih baik dari siklus I ke siklus II. Rata-rata nilai keterampilan berpikir kritis pada siklus I sebesar 74,35% mengalami kenaikan menjadi 84,68% pada siklus II. Sedangkan untuk ketuntasan klasikal, pada siklusI siswa yang memperoleh nila ≥ 75 sebanyak 22 siswa (68,75%) mengalami peningkatan menjadi 28 orang (87,5%) pada siklus II.

Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran pada siklus I menunjukkan belum maksimalnya pelaksanaan sintaks inkuiri terbimbing dalam menstimulus indikator berpikir kritis. Hasil refleksi siklus I kemudian dilakukan perbaikan pelaksanaan sintaks pembelajaran pada siklus 2 dengan lebih memberikan fasilitas dan kesempatan siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Data peningkatan berpikir kritis menunjukkan indikator melakukan argu¬mentasi  mengalami peningkatan paling tinggi dibandingkan indikator yang lain yaitu sebesar 15,36%. Tingginya peningkatan indikator melakukan argumentasi tidak terlepas dari setiap tahap pembelajaran inkuiri yang melatihkan keterampilan melakukan argumentasi. Keterampilan memberikan argumen terlatih dari tahap mengeksplorasi fenomena, siswa mengeksplorasi fenomena dengan mengemuka-kan argumen terkait konsep yang dimiliki dengan fakta melalui fenomena yang disajikan. Indikator berpikir kritis yang mengalami peningkatan paling rendah adalah induksi yaitu sebesar 6,25%.Guru kurang memberikan illustrasi pada saat mengobservasi fenomena dan kurang maksimal dalam memberikan ber¬bagai contoh konkrit lain untuk memfasilitasi keterampilan induksi siswa.

Berdasarkan paparandata, temuan penelitian, dan pembahasan dapat diambil kesimpulan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat merubah cara belajar siswa untuk berlatih berpikir tingkat tinggi melalui sintaks pembelajaran sehingga memberikan dampak meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Negeri 2 Probolinggo. Penerapan model pembelajaran Inkuiri terbimbing dapat memberikan perubahan positif terhadap hasil belajar kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa kelas XI IPA 1 SMA negeri 2 Probolinggo. Adapaun saran peneliti adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menerapkan pembelajaran inkuiri terbimbing untuk mengetahui pengaruh interaksi keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.

 

ABSTRACT

 

Falentina, Ana Rizka. 2019. Critical Thinking Skills and Student Learning Outcomes through the Application of Guided Inquiry Learning Model in Biology Subjects in Class XI IPA Students of SMA 2 Probolinggo Academic Year 2018/2019. The Thesis of Biology Study Program Postgraduate of Malang State University. Advisor: (I) Dr. Murni Saptasari, M.Si., (II) Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd.

 

Keywords: Guided Inkiri, Critical Thinking Skills, Learning Outcomes.

Education aims to prepare students to become independent generations who are able to face the challenges of the times by having 21st century life skills, one of which is critical thinking. The results of the initial observations obtained the opposite facts, namely the low critical thinking skills which include focus, argumentation, induction, deduction and evaluation that occurred at SMAN 2 Probolinggo. Through observation and analysis of student learning outcomes documents which include the results of learning competency attitudes, knowledge and skills have not fulfilled the classical completeness set. Critical thinking skills and learning outcomes can be developed through the learning process with the right learning model. The guided inquiry learning model is learning with a constructivist approach that trains and develops critical thinking skills and learning outcomes. The steps of guided inquiry learning facilitate the development of each indicator of critical thinking skills while providing changes to the attainment of attitudes, knowledge and skills during the learning process. The purpose of this study was to describe the application of guided inquiry learning in developing critical thinking skills and learning outcomes of students of class XI IPA 1 of SMAN 2 Probolinggo.

This type of research is Class Action Research (CAR). The research subjects were students of class XI IPA 1 Probolinggo 2 High School 2018/2019 which totaled 32 students. Each cycle consists of the steps of initial observation, planning of implementation and observation, and reflection. The research data covers the results of observations of learning implementation, the results of critical thinking tests, attitudes and knowledge and skills competency learning outcomes. The collected data were analyzed descriptively qualitatively and quantitatively through three stages namely data reduction, data presentation in triangulation, and conclusion drawing.

The results of the learning implementation observation in the first cycle show that the implementation of guided inquiry syntax has not been maximized in stimulating indicators of critical thinking. The results of the reflection of the first cycle were then carried out to improve the implementation of the learning syntax in cycle 2 by providing more facilities and opportunities for students to develop critical thinking skills. Data on increasing critical thinking shows that the indicator of doing argu¬ment has the highest increase compared to other indicators, which is 15.36%. The high increase in indicators of argumentation is inseparable from each stage of inquiry learning which trains the skills of conducting argumentation. Skills to provide trained arguments from the stage of exploring phenomena, students explore phenomena by raising arguments related to the concepts possessed by facts through the phenomena presented. The indicator of critical thinking which experienced the lowest increase was induction which was 6.25%. The teacher does not provide illustrations when observing phenomena and is not maximal in giving other concrete examples to facilitate student induction skills.Based on the analysis of research data, students' critical thinking skills develop after learning with guided inquiry learning models. The fifth value of the indicator of critical thinking skills measured in this study, namely the focus of the problem, argumentation, deduction, induction and evaluation shows a change towards a better direction from cycle I to cycle II. The guided inquiry learning model can develop critical thinking skills and student learning outcomes. The steps of guided inquiry learning can train students to stimulate the development of critical thinking skills to get ideas in order to solve the problems found.