SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2019

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Abnormal Return Senelum dan Sesudah Pengumuman Perubahan Kebijakan Loan to Value (LTV)

ima nur lailatul faridah

Abstrak


ABSTRAK

 

 

Faridah, Ima Nur Lailatul. 2018. Analisis Abnormal Return Sebelum dan Sesudah Pengumuman Perubahan Kebijakan Loan to Value (LTV) Studi pada Perusahaan Property & Real Estate yang Listing di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2016. Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Fadia Zen, S.E., M.M.

Kata kunci: Abnormal Return, Loan to Value,Event Study

 

Pasar modal memiliki peran penting dalam perkembangan perekonomian Indonesia. pasar modal dipengaruhi beberapa informasi yang relevan untuk mengambil suatu keputusan yang akan mengubah kesejahteraan para investor. Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, mengeluarkan kebijakan makroprudensial mengingat krisis ekonomi global berasal dari instabilitas keuangan. Dalam menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan tentang batas pemberian kredit atau Loan to Value (LTV) pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit kendaraan Bermotor (KKB). Kebijakan LTV ini sebagai respon bagi masyarakat yang memiliki KPR lebih dari satu, sehingga akan menyebabkan pertumbuhan KPR meningkat dan berpotensi terjadinya risiko pada kredit perbankan. Untuk memudahkan investor dalam  menilai informasi baik atau buruk salah satunya dapat menggunakan abnormal return.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah perubahan kebijakan LTV 2016. Penelitian ini menggunakan metode event study untuk menganalisis dampak perubahan kebijakan LTV terhadap reaksi pasar modal di Bursa Efek Indonesia khususnya perusahaan property &real estate. Periode pengamatan pada penelitian ini selama 7 hari yang terdiri dari 3 hari sebelum perubahan kebijakan LTV 2016 (24-26 Agustus 2016), 1 hari saat perubahan kebijakan  LTV (29 Agustus 2016), dan 3 hari sesudah perubahan kebijakan LTV (30 Agustus-01 September 2016). Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 48 perusahaan propety &real estate dan sampel penelitian ini berjumlah 19 perusahaan property & real estate. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Adapun kriteria yang digunakan dalam penentuan sampel yaitu: 1) perusahaan property &real estate yang aktif melakukan perdagangan selama periode pengamatan, 2) perusahaan property &real estate yang masuk dalam K-100, dan 3) perusahaan property &real estate yang melakukan kredit pemilikan rumah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah perubahan kebijakan LTV 2016. Pada hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai probabilitasnya yaitu 0,219>0,05 atau 5% sehingga  yang menyatakan tidak adanya perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa diterima. Tidak adanya perbedaan abnormal return sebelum dan sesudah perubahan kebijakan LTV 2016 dikarenakan market di Indonesia memiliki keuntungan yang sangat tipis, pengaruh dari kebijakan LTV juga tidak dapat dilihat dalam waktu dekat, kebijakan LTV lebih menguntungkan konsumen atau masyarakat yang memiliki KPR, kurs mata uang Indonesia yang selalu berubah, dan informasi sudah bocor dikalangan para investor. Kemudian investor dapat mengantisipasi dampak dari perubahan kebijakan LTV 2016 dan investor menganggap peristiwa perubahan kebijakan LTV 2016 tidak memiliki dampak positif bagi investor dan kegiatan di pasar modal. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perubahan atau perbedaan pada kegiatan di pasar modal antara sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman perubahan kebijakan LTV 2016. Sehingga kegiatan di pasar modal tetap berlangsung seperti biasanya dan tidak antusias dengan pengumuman perubahan kebijakan LTV 2016 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia