SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Kepemimpinan oleh Yayasan Compassion Indonesia melalui Leadership Development Program (LDP)

Jessica Hanna Herwandha

Abstrak


Kualitas individu pemimpin adalah faktor yang paling menentukan keberhasilan organisasi. Jenis kepemimpinan yang menghargai manusia sebagai manusia adalah servant leadership atau kepemimpinan yang berhati hamba. Untuk menjadi seorang pemimpin yang seperti itu dibutuhkan karakter yang terbentuk sedemikian rupa sehingga yang ia lakukan bukan sekadar menjalankan prosedur atau pura-pura belaka. Pemimpin yang berkarakter dibutuhkan untuk menjawab kemerosotan nilai dalam kepemimpinan masa kini. Oleh karena itu diperlukan suatu pendidikan karakter yang holistik agar tercipta karakter kepemimpinan yang berkualitas.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter kepemimpinan yang dikembangkan di LDP, bagaimana proses internalisasi nilai-nilai karakter tersebut, dan bagaimana keberhasilannya.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data primer penelitianberupa kata-kata dan tindakan yang diperoleh langsung oleh peneliti dari responden melalui wawancara, observasi, perekaman video/audio, dan pengambilan foto. Data sekunder bersumber dari arsip, dokumen pribadidan resmi, foto, video, dan data statistik. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan triangulasi data dan konfirmabilitas teoritik. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan/verifikasi.

Berdasarkan hasil analisis, diperoleh tiga simpulan penelitian sebagai berikut. Pertama, nilai-nilai karakter kepemimpinan yang diinternalisasikan adalahnilai kesalehan, penghargaan terhadap keluarga, ketaatan beribadah, integritas, keteladanan sebagai sebagai pemimpin yang melayani, mendengar dengan kerendahhatian, keberanian dalam memimpin, mengembangkan orang lain, visioner dan semangat yang menular, keunggulan pribadi dan komunikasi, upaya keunggulan, sertadisiplin pribadi.

Kedua, model pengembangan yang digunakan disebut 5C-4D Model. Model ini menekankan tujuan, proses, dan desain, yang bersifat holistik. 5C yang adalah tujuan meliputi: Christ, Community, Character, Calling, dan Competencies. Sedangkan proses internalisasi nilai-nilai meliputi proses: spiritual environment, relational web, experiential context, dan instructional content. Teori metode pembelajaran yang mewakili Leadership Development Program adalah metode penyampaian pendidikan karakter yang memiliki ikatan dengan nilai-nilai spiritualitas. Metode keteladanan dilaksanakan  dalam kegiatan mentoring, metode siswa aktif, metode demokrasi, dan metode pencarian bersama dilaksanakan dalam pembinaan rohani, pelatihan (kepemimpinan, kemampuan intrapersonal dan interpersonal, komunikasi di depan umum), penyelesaian tugas, kegiatan komunitas, pelayanan masyarakat, dan kesempatan memimpin. Dalam implementasinya, LDP cenderung berfokus pada tugas-tugas untuk mencapai outcomes LDP sehingga kurang memberi ruang bagi siswa LDP untuk menjalankan inisiatifnya, sering berubahnyaaturan baik dari pusat maupun lokal, dan kurang dalam monitoring program.

Ketiga, keberhasilan metode pengembangan karakter kepemimpinan antara lain: 1)  Ditinjau dari karakter atau perilaku yang muncul dalam diri siswa, maka tujuan akhir pengembangan siswa LDP Malang belum sepenuhnya berhasil; 2)Proses internalisasi melalui LDP berdasarkan 4D model lebih berisi instructional content, sehingga secara umum karakter kepemimpinan yang berhati hamba belum terlihat melalui perilaku siswa LDP. Karena sering berubahnya instruksi maka penguatan terhadap suatu tindakan menjadi tidak efektif. 3) Secara teori, proses internalisasi di LDP sudah melewati tahapan proses transformasi dan transaksi tapi belum masimal dalam proses transinternalisasi.

Peneliti mengajukan saran: 1) Bagi Compassion Indonesia perlu adanya instruksi yang lebih baku dan program pengembangan kepemimpinan serupa perlu diterapkan pada siswa dengan usia yang lebih dini dengan memperhatikan tiap siswa sebagai pribadi yang unik, serta perlu lebih diintensifkan pendalaman pemahaman tujuan akhir kepada siswa; 2) Bagi peneliti lain agar lebih banyak penelitian yang mengangkat topik internalisasi karakter kepemimpinan yang berhati hamba, diperlukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor lain di luar program pengembangan kepemimpinan yang mempengaruhi pencapaian tujuan akhir.