SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2018

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Analisis Desain Pekerjaan dan Penerapannya Untuk Meminimalkan Kerancuan Peran di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang

Reno Shandy

Abstrak


Keberadaan Sumber Daya Manusia dalam sebuah organisasi memegang sebuah peran yang sangat penting. Suatu organisasi dapat dikatakan berhasil ketika di dalamnya terdapat Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Untuk mencapai keberhasilan tersebut tidaklah mudah, karena manusia memiliki karakteristik yang beragam, diantaranya perbedaan tersebut meliputi latar belakang, kepercayaan, status sosial, jenis kelamin, pemikiran, dan budaya. Perbedaan yang terdapat dalam organisasi sering kali menyebabkan terjadinya ketidakcocokan yang akhirnya menimbulkan konflik. Paparan di atas didukung pendapat Agus M. Hardjana (1994: 22-23) yang  mengemukakan beberapa kondisi yang menjadi lahan yang berpotensi menumbuhkan konflik, beberapa diantaranya adalah: Rumusan kerja, tugas, tanggung jawab, batas-batas wewenang kurang jelas; dan kurangnya pekerjaan atau kelebihan beban kerja;

Berangkat dari masalah tersebut, peneliti memiliki kuriositas yang lebih untuk meneliti tentang bagaimana desain pekerjaan dan penerapannya untuk meminimalkan kerancuan peran di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui desain pekerjaan dan penerapannya di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, konflik yang berpotensi muncul, penyebab timbulnya konflik yang dapat terjadi terkait dengan penerapan desain pekerjaan serta upaya untuk meminimalkan, menghilangkan, dan menghindarkan konflik yang disebabkan beban kerja dan kerancuan peran di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Jenis penelitian yang digunakan adalah fenomenologi, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif karena penelitian ini bersifat sifat non hipotesis melainkan untuk mengeksplorasi keadaan yang sebenarnya terjadi.

Hasil dari penelitian terkait desain pekerjaan dan penerapannya di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang adalah bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Malang memiliki desain kerja tertulis yang terbagi antara semua bidang, bagian, dan seksi yang tertuang pada Peraturan Bupati Malang Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi Perangkat Daerah Dinas Kesehatan yang berisikan struktur organisasi, kedudukan, fungsi, dan tugas pokok mulai dari Kepala Dinas hingga masing-masing kelompok terkecil organisasi atau dalam hal ini adalah seksi dan sub-bagian. Meski demikian masih sering terjadi kesalahan disposisi dari Kepala Dinas dalam memberikan tugas, namun kesalahan tersebut dinilai masih wajar karena disposisi tugas dilakukan sendiri oleh Kepala Dinas kepada 5 bidang berbeda dan 15 seksi/sub-bagian berbeda di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Dan hal sebaliknya justru terjadi pada lingkup antar staf pada seksi/sub-bagian. Pada seksi/sub-bagian yang tidak memiliki deskripsi pekerjaan sebagai contoh Seksi Sanitasi Lingkungan, berdasarkan keterangan Kepala Seksi. Pada seksi/sub-bagian lain pun juga hampir senada. Para Kepala Seksi hanya mewarisi dari deskripsi pekerjaan lisan Kepala - kepala Seksi sebelumnya. Jadi, hingga saat ini penerapan desain pekerjaan yang ada sudah dijalankan dengan cukup baik. Satu-satunya masalah yang ada adalah tidak adanya dokumentasi desain pekerjaan yang mengatur setiap individu pada masing-masing seksi/sub-bagian.  Dengan tidak adanya desain pekerjaan yang mumpuni akan dapat menyebabkan adanya kerancuan peran dalam organisasi dan juga menyebabkan seseorang mengalami konflik peran. Selain kedua hal tersebut, tidak adanya desain pekerjaan akan membuat seseorang tidak memiliki tujuan yang jelas dalam bekerja (Rizzo et al., 1970), dan hanya akan selalu mengandalkan perintah dari atasannya tanpa memiliki inisiatif. Potensi berikutnya menyangkut beban kerja. Ketiadaan desain pekerjaan tetunya akan sangat berpengaruh pada proses distribusi beban kerja yang ada. Beban kerja yang terlalu berlebihan akan mengakibatkan stres kerja baik fisik maupun psikis. Sedangkan pada beban kerja yang terlalu sedikit dimana pekerjaan yang dilakukan karena pengulangan gerak yang menimbulkan kebosanan. Ancaman konflik lainnya adalah intrasender role conflict (Kahn et al., 1964). Untuk meminimalkan, menghilangkan, dan menghindarkan konflik di Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang disebabkan beban kerja dan Kerancuan peran, para Kepala Seksi dan Kepala Sub-Bagian pada umumnya dengan cara mengadakan gathering. Selain metode tersebut, ada Kepala Seksi yang menerapkan pendekatan psikologis terhadap masing-masing stafnya per-individu. Hal tersebut cukup bagus untuk mengurangi kerancuan peran para staf. Seperti yang diutarakan Zeithaml, et al. (1988) frekuensi, kualitas, dan ketepatan komunikasi vertikal dengan bawahan akan dapat mempengaruhi kerancuan peran.

Saran untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Malang adalah agar mengetahui pentingnya penerapan desain pekerjaan dan segera menjalankan program desain ulang pekerjaan. Dan bagi Peneliti Selanjutnya, agar lebih dalam lagi menggali kemungkinan-kemungkinan mengenai pentingnya desain pekerjaan dan menghubungkannya dengan variabel-variabel lain seperti performa pegawai.