SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan dan Efikasi Diri terhadap Intensi Berwirausaha Melalui Sikap Kewirausahaan (Studi pada Siswa Kelas X Jurusan tata Boga di SMK Negeri 3 Malang Tahun Ajaran 2016/2017

Intan Ayu Mulia Wati

Abstrak


ABSTRAK

 

Wati, Intan Ayu Mulia. 2017. Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan dan Efikasi Diri terhadap Intensi Berwirausaha melalui Sikap Kewirausahaan Siswa Kelas X Tata Boga di SMK Negeri 3 Malang. Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Prof. Dr. Ery Tri Djatmika RWW, M.A., M.Si.

 

Kata Kunci:  pendidikan kewirausahaan, efikasi diri, sikap kewirausahaan, intensi berwirausaha

Pengangguran masih menjadi permasalahan bagi seluruh dunia termasuk Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2016 sebesar 5,61 persen dari 125,44 juta angkatan kerja, artinya dari 100 angkatan kerja terdapat 5 hingga 6 orang pengangguran. Meskipun dibandingkan dengan setahun yang lalu (Agustus 2015) telah mengalami penurunan sebesar 0,57 persen, Tetapi angka tersebut masih terhitung cukup tinggi. terhitung hingga Agustus 2016 pada jenjang lulusan SMK menduduki posisi tertinggi yaitu sebesar 11,11 persen dari 7,03 juta penduduk yang menganggur. Untuk menekan angka pengangguran di Indonesia yaitu dengan meningkatkan intensi berwirausaha.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Kondisi pendidikan kewirausahaan, efikasi diri, sikap kewirausahaan, dan intensi berwirausaha siswa kelas X Tata Boga di SMK Negeri 3 Malang; (2) Pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap sikap kewirausahaan; (3) Pengaruh efikasi diri terhadap sikap kewirausahaan; (4) Pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha siswa; (5) Pengaruh efikasi diri terhadap intensi berwirausaha siswa; (6) Pengaruh sikap kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha siswa; (7) Pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha siswa melalui sikap kewirausahaan; (8) Pengaruh efikasi diri terhadap intensi berwirausaha siswa melalui sikap kewirausahaan.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis jalur (path analysis). Pada penelitian ini terdapat pendidikan kewirausahaan (X1) dan efikasi diri (X2) sebagai variabel bebas, sikap kewirausahaan (Z) sebagai variabel intervening, dan intensi berwirausaha (Y) sebagai variabel terikat. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X jurusan Tata Boga di SMK Negeri 3 Malang berjumlah 144 siswa dengan sampel berjumlah 106 responden yang dihitung menggunakan rumus Slovin, sedangkan untuk menentukan jumlah sampel menggunakan proportional random sampling. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner dan dokumentasi. Skala yang digunakan adalah skala likert dengan 4 alternatif jawaban.

Berdasarkan hasil analisis jalur menunjukkan bahwa: (1) kondisi pendidikan kewirausahaan, efikasi diri, sikap kewirausahaan, dan intensi berwirausaha siswa kelas X tata boga di SMK Negeri 3 Malang termasuk dalam kategori baik; (2) Pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap kewirausahaan siswa; (3) Efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap kewirausahaan siswa; (4) Pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha siswa; (5) Efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha siswa; (6) Sikap kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha siswa; (7) Pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha siswa melalui sikap kewirausahaan; (8) Efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha siswa melalui sikap kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan bantuan SPSS versi 21 untuk uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, dan uji asumsi klasik. Sedangkan untuk analisis jalur menggunakan bantuan LISREL 8.30.

 

Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan: (1) Bagi SMK Negeri 3 Malang diharapkan lebih meningkatkan dan memaksimalkan pendidikan kewirausahaan yang dapat dilakukan dengan cara mengadakan bazar atau event kewirausahaan antar kelas atau kelompok yang dilakukan secara berkala. Sehingga, diharapkan semakin sering siswa praktik kewirausahaan, semakin meningkat efikasi diri, sikap kewirausahaan, dan intensi berwirausahanya. Kemudian, siswa akan siap menjalankan usahanya sendiri seusai lulus dari SMK; (2) Bagi guru kewirausahaan diharapkan dapat semakin meningkatkan dan memaksimalkan proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelejaran yang inovatif, sehingga siswa tidak merasa jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, guru bisa sesekali mengajak siswa untuk mengunjungi usaha di bidang kuliner yang sukses, sehingga siswa dapat belajar melalui pengalaman seorang wirausahawan secara langsung; (3) Bagi siswa kelas X tata boga diharapkan akan semakin giat dalam mengikuti proses pembelajaran kewirausahaan, memanfaatkan fasilitas yang disediakan di sekolah dengan baik, dan mulai menjalan kan usaha sejak dini. Sehingga, siswa siap berwirausaha dimasa yang akan datang; (4) Bagi peneliti lain. Sebaiknya perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut tentang faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi intensi berwirausaha siswa yang tidak diteliti pada penelitian ini, diantaranya latar belakang orang tua, ketahanan dalam mengahadapi masalah, keberanian mengambil risiko, norma subyektif, dan variabel lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini.