SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Kebijakan Pendanaan Pada Garbage Clinical Insurance Dalam Merawat Sustainabilitas Bisnis

Chintya Maharani Putri

Abstrak


ABSTRAK

 

Garbage Clinical Insurance (GCI) merupakan program asuransi kesehatan mikro yang dijalankan oleh social entrepreneur Indonesia Medika. Melalui Garbage Clinical Insurance, Indonesia Medika ingin menjalankan bisnis yang juga berperan dalam mengatasi 2 masalah sosial yaitu kesehatan dan limbah sampah. Garbage Clinical Insurance hadir membantu masyarakat dalam memobilisasi sumber daya yang terbuang untuk memperbaiki akses pelayanan kesehatan dengan menghancurkan penghalang antara akses kesehatan dengan masyarakat.

Ketika melihat pada entrepreneur profit-oriented, mayoritas pendanaan operasionalnya bersumber dari laba usaha yang dihasilkan. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada social entrepreneur, social entrepreneur seringkali memiliki negative earning di masa pengembangannya. Oleh sebab itu, social entrepreneur harus pandai mencari sumber pendanaan lainnya untuk membiayai aktivitas investasi dan biaya operasionalnya. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sumber-sumber pendanaan, (2) cara pengelolaan pendanaan, (3) bagaimana kebijakan pendanaan diterapkan, serta (4) proporsi financial structure, capital structure, serta financing structure dalam Garbage Clinical Insurance. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Untuk analisis data menggunakan model interaktif.

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Dalam GCI sumber-sumber pendanaan yang digunakan tidak hanya bertumpu pada penghasilan utama dari premi asuransi sampah. Selama ini GCI mencukupi kebutuhan pendanaannya dengan sumber-sumber pendanaan lain yang diperoleh dari pendapatan layanan pasien umum, fundraising, infaq dari CEO Indonesia Medika, penjualan merchandise, serta sedekah sampah. (2) Pada GCI pengeluaran klinik yang banyak menghabiskan dana adalah pembiayaan pengobatan member. Namun, saat ini pembiayaan pengobatan tersebut belum dapat tercover oleh pendapatan premi asuransi sampah. Indonesia Medika menggunakan sumber-sumber pendanaan lain untuk mensubsidi seluruh pengeluaran yang ada pada GCI. Selain untuk biaya pengobatan, sumber-sumber pendanaan yang ada juga digunakan oleh manajemen untuk pengembangan program dan aktivitas fundraisingnya. (3) Penetapan kebijakan pendanaan pada GCI dilakukan secara rutin dalam rapat setiap bulannya. Dalam rapat bulanan terdapat beberapa isu pendanaan yang dibahas seperti kondisi pendanaan, opportunity yang akan diambil, serta hal-hal ke depan yang akan dijalankan baik kerjasama, investasi, dll. (4) Financial structure dan capital structure yang ada pada social entrepreneur Indonesia Medika dalam GCI 100% didanai dari modal sendiri/ekutias perusahaan. Dalam pembiayaan fasilitas kesehatannya GCI menggunakan komposisi financing structure sebagai berikut 10% pendanaan berasal dari pendapatan premi asuransi sampah, 40% berasal dari pendapatan layanan pasien umum, dan 50% didanai dari sumber-sumber pendanaan lainnya (pendapatan layanan pasien umum, fundrising, infaq dari CEO Indonesia Medika, penjualan merchandise, sedekah sampah).