SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengaruh Return On Asset (ROA) dan Debt to Equity Ratio (DER) Terhadap Initial Return (Studi pada Perusahaan yang Melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2009-2015)

Dea Fika Siswahyu

Abstrak


ABSTRAK

 

Underpricing merupakan fenomena yang sering terjadi dan mengakibatkan adanya keuntungan investor akibat selisih positif harga saham penawaran awal dengan harga penutupan berupa initial return. Dalam upaya mendapatkan initial return investor dapat bertolak ukur pada prospektus yang dipaparkan emiten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis informasi prospektus atas ROA dan DER yang diduga berpotensi memiliki hubungan terhadap initial return.

Data sekunder digunakan dalam penelitian ini yang diperoleh dari situs resmi bursa saham berupa prospektus perusahaan yang melakukan IPO periode tahun 2009-2015 sehingga diperoleh populasi sebanyak 153 emiten, sedangkan sample yang digunakan sebanyak 97 emiten dengan teknik purposive sampling, melalui proses transformasi LN dan menghapus data outliersebagai konsekuensi tidak terpenuhinya salah satu uji asumsi klasik. Uji analisis regresi berganda dengan menggunakan Eviews 7 digunakan sebagai metode untuk menganalisis hipotesis dalam penelitian ini.

 

Hasil analisis regresi berganda dengan taraf signifikansi sebesar 5% menunjukkan bahwa secara parsial hanya ROA yang berpengaruh negatif signifikan terhadap initial return berarti setiap bertambahnya 1% ROA maka dapat menurunkan initial return sebesar 26%, sedangkan DER tidak berpengaruh terhadap initial return. Oleh sebab itu, sebaiknya emiten meningkatkan nilai ROA sehingga dapat meminimalisir underpricing, sedangkan investor sebaiknya berperilaku rasional dengan melihat kinerja keuangan emiten sebelum membeli saham IPO guna mengetahui tingkat keuntungan dan risiko yang akan dihadapi, serta bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya terfokus pada satu sektor, memperpanjang tahun pengamatan sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik dan akurat, serta menggunakan analisis path jika proksi atas ROA menggunakan EAT bukan laba operasi atau EBIT.