SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENGEMBANGAN PERMAINAN TUKANG POS UNTUK PEMBELAJARAN KOGNITIF ANAK TK

ANDARINI . RATIH

Abstrak


ABSTRAK

 

Ratih,Andarini. 2017. Pengembangan Permainan Tukang Pos untuk Pembelajaran Kognitif Anak TK.Skripsi. Prodi S1Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I)Drs. H. Ahmad Samawi, M.Hum.,(II) Wuri Astuti, S.Pd.

 

Kata Kunci:Permainan, Tukang Pos, Kognitif, Anak TK

Perkembangan kognitif anak sangat dipengaruhi oleh sumber belajar. Berdasarkan pada penelitian awal kemampuan mengenal lambang bilangan masih rendah. Hal ini dikarenakan sumber belajar yang digunakan masih terbatas, sehingga perlu dikembangkan produk permainan tukang pos. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk permainan tukang pos yang memenuhi syarat edukatif, teknis dan estetika dalam mengembangkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak.

Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan, dengan model penelitian prosedural oleh  Borg & Gall. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket atau kuisioner dan lembar observasi.

Berdasarkan hasil analisis pengembangan yang dinilai oleh ahli permainan anak usia dini 79,2% berarti layak dengan sedikit revisi dan  oleh ahli pembelajaran anak usia dini 85,4% berarti sangat layak. Berdasarkan hasil penilaian pengguna atau guru pada uji coba lapangan permulaan menyatakan 100 % berarti sangat layak sedangkan pada uji lapangan utama menyatakan 98,2% berarti sangat layak. Hasil observasi terhadap anak pada uji coba lapangan permulaan adalah 97,9% sedangkan pada uji lapangan utama adalah 98,1%.

Berdasarkan hasil analisis tersebut permainan tukang pos ini dinyatakan sangat layak digunakan untuk pembelajaran di TK karena memenuhi syarat edukatif, teknis dan estetika dalam mengembangkan kemampuan mengenal lambang bilangan anak.