SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Pengembangan Modul Administrasi Kepegawaian Berbasis Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik

Titis Ainun Markhamah

Abstrak


ABSTRAK

 

Markhamah, Titis Ainun, 2017. Pengembangan Modul Administrasi Kepegawaian Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi Pada Peserta Didik Kelas XII Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Pasuruan). Skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Lulu Nurul Istanti, S.E., M.M, Ak.

 

Kata Kunci: modul, Problem Based Learning, peraturan perkawinan bagi pegawai, hasil belajar peserta didik.

Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya. Berdasarkan observasi di SMK Negeri 1 Pasuruan dengan melakukan wawancara pada guru Mata Pelajaran Administrasi Kepegawaian pada Sabtu, 29 Oktober 2016 didapatkan informasi bahwa belum tersedianya bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah: 1) untuk menghasilkan modul pembelajaran Administrasi Kepegawaian Berbasis Problem Based Learning pada Kompetensi Dasar 3.11 Mengemukakan tentang peraturan perkawinan bagi pegawai SMK/MAK XII semester dua Program Studi Administrasi Perkantoran, 2) untuk mengetahui kelayakan modul pembelajaran Administrasi Kepegawaian Problem Based Learning pada Kompetensi Dasar 3.11 Mengemukakan tentang peraturan perkawinan bagi pegawai yang telah dibuat melalui hasil validasi, 3) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen dalam menggunakan modul pembelajaran Administrasi Kepegawaian Problem Based Learning pada Kompetensi Dasar 3.11 Mengemukakan tentang peraturan perkawinan bagi pegawai melalui uji coba pada kelompok besar.

Rancangan penelitian ini merupakan modifikasi penelitian & pengembangan dari Borg & Gall yang telah disesuaikan dengan keterbatasan waktu dan biaya peneliti menjadi tujuh langkah penelitian. Validator dalam penelitian yaitu dosen program studi pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Malang sebagai ahli modul, dan guru Administrasi kepegawaian SMKN 1 Pasuruan sebagai ahli materi, dan enam peserta didik kelas XII APK 1 sebagai uji coba kelompok terbatas atau kelompok kecil. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dan kualitatif. Instrument pengumpulan data menggunakan wawancara, tes, kuisioner dan dokumentasi. Tes dilakukan kepada kelas kontrol dan kelas eksperimen untuk mengukur hasil belajar. Teknik pengumpulan data secara kuantitatif menggunakan kuisioner untuk mengukur kelayakan modul. Post test untuk mengukur presentase kenaikan hasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen dengan cara dibandingkan antara sebelum dan setelah menggunakan modul.

 

Hasil pengembangan dalam penelitian ini berupa Modul Administrasi Kepegawaian Berbasis Problem Based Learning untuk peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas XII program keahlian Administrasi Perkantoran semester genap. Berdasarkan hasil validasi kelayakan modul oleh ahli materi, ahli modul dan peserta didik pada aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan bahasa, dan kelayakan kegrafikan dinyatakan bahwa modul hasil pengembangan valid dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Modul hasil pengembangan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas untuk SMK kelas XII program keahlian Administrasi Perkantoran yang terlihat dari adanya perbandingan hasil belajar pada kelas kontrol tanpa menggunakan modul Administrasi Kepegawaian mengalami peningkatan sebanyak 4,13 (dengan nilai rata-rata sebelumnya 75,96 dan nilai rata-rata post test 80,09), sedangkan kenaikan nilai rata-rata pada kelompok eksperimen yang menggunakan modul Administrasi Kepegawaian mengalami kenaikan sebesar 10,08 (dengan nilai rata-rata sebelum menggunakan produk 73,11 dan rata-rata setelah menggunakan produk atau post test 83,19). Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa kelas eksperimen mengalami kenaikan hasil belajar yang lebih tinggi sebanyak 5,95 dibandingkan dengan kelas kontrol.