SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN KEARSIPAN (Studi Pada Peserta didik Program Keahlian Administrasi Perkantoran Kelas X di SMK Cendika Bangsa Kepanjen)

Eka Maya Juniati

Abstrak


ABSTRAK

 

Juniati, E. M. 2017. Penerapan Pembelajaran Model Demonstrasi Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Peserta Didik (Studi Pada Siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran Kelas X di SMK Cendika Bangsa Kepanjen). Skripsi, Jurusan Manajemen, Program Studi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Sarbini, M.Pd.

 

Kata kunci: Model Demonstrasi, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar

Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara dengan ketua program keahlian Administrasi Perkantoran diperoleh informasi bahwa guru menggunakan metode ceramah, metode tanya jawab, metode penugasan dan metode diskusi dalam proses belajar mengajar. Informasi lainnya adalah peserta didik kurang berpartisipasi aktif dalam mengemukakan pendapat dan mengajukan pertanyaan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, fasilitas belajar belum tersedia memadai dalam mendukung proses pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran tidak hanya kegiatan informasi, tetapi perlu didukung adanya kegiatan memperagakan dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan unjuk kerja secara langsung agar dapat meningkatkan kompetensi peserta didik yakni Melakukan Penyimpanan Arsip Berdasarkan sistem tanggal dan sistem nomor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Penerapan pembelajaran model demonstrasi pada mata pelajaran Kearsipan, (2) Penerapan pembelajaran model demonstrasi dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik pada mata pelajaran Kearsipan, (3) Penerapan pembelajaran model Demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Kearsipan.

Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian peserta didik kelas X APK SMK Cendika Bangsa Kepanjen yang berjumlah 23 peserta didik. Pengumpulan data ini melalui: (1) observasi, (2)wawancara, (3) tes, (4) dokumentasi, dan (5) catatan lapangan. Analisis data melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dan mencakup 4 tahapan utama yaitu: (1) perencanaan, (2)pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari siklus I ke siklus II aktivitas belajar dan hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yaitu untuk hasil belajar kognitif pada siklus I rata-rata nilai sebesar 74,43% sedangkan pada siklus II rata-rata nilai sebesar 80,43%. Untuk skor rata-rata hasil belajar afektif mengalami peningkatan dari 85,32%  menjadi 90,87%. Sedangkan untuk skor rata-rata hasil belajar psikomotorik mengalami peningkatan dari 79,09% menjadi 86,68%. Selain itu, rata-rata aktivitas guru dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan dari 97,56% menjadi 100%. Sedangkan rata-rata aktivitas belajar peserta didik mengalami peningkatan dari 97,7% menjadi 100%.

 

Kesimpulan yang dapat diambil pada penelitian ini yaitu: (1) Penerapan pembelajaran model demonstrasi dapat dilaksanakan sesuai (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) RPP dan berjalan dengan lancar, (2) Penerapan pembelajaran model demonstrasi dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik, (3)Penerapan pembelajaran model demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diberikan yaitu: (1)peserta didik disarankan lebih tertib ketika guru menjelaskan materi dan memperhatikan teman yang sedang bertanya maupun berpendapat,(2) bagi guru mata pelajaran Kearsipan, model demonstrasi dapat dijadikan sebagai alternatif model pembelajaran yang bervariasi, (3) bagi peneliti selanjutnya, disarankan sebelum melaksanakan tindakan sebaiknya memastikan kondisi kelas, membuat perjanjian dengan peserta didik untuk tidak ramai dan tidak menggunakan alat komunikasi dalam proses pembelajaran.