SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

. Siswa SMK Berwirausaha : Perspektif Pendidikan Keluarga dan Sekolah(StudiKasuspadaSiswaKelas XI SMK PGRI 2 Malang). Malang

Arum Biruli Walidaini

Abstrak


ABSTRAK

 

Wirausahawan adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan dengan memanfaatkan peluang. Wirausaha dapat dilakukan oleh seseorang yang belum mempunyai pekerjaan, sudahmempunyaipekerjaan, maupunseseorang yang sedangmenempuhpendidikan. Menjadi fenomena yang unik jika wirausaha dilakukan oleh siswa yang sedang menempuh pendidikan, karena pada umumnya siswa yang sedang menempuh pendidikan cenderung fokus dengan belajar. Wirausahawan memiliki sikap mandiri, percaya diri, dan mampu menanggung resiko. Sikap wirausaha dapat ditanamkan melalui bentuk pendidikan kewirausahaan dalam keluarga dan sekolah, agar siswa mempunyai pemikiran untuk berwirausaha.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1)Sikap berwirausaha siswa (2) Peranan keluarga untuk mendidik siswa dalam berwirausaha (3) Bentuk pendidikan yang diberikan oleh sekolah untuk mempersiapkan siswa dalam berwirausaha (4) Pendidikan kewirausahaan dalam keluarga atau sekolah yang lebih berkontribusi dalam menumbuhkan sikap berwirausaha siswa.

Pendekatan yang diajukanmenggunakanpendekatankualitatif, yang berbentukstudikasus. Penelitiandilakukan pada siswa SMK PGRI 2 Malang. Informan kunci diambil 4 dari 15 siswa yang telah melakukan wirausaha. Sumber data yang digunakanadalah data primer yang berasal darisiswa, orang tua dan  guru. Sumber data sekunder berasal dari dokumen-dokumen, catatan, arsip mengenai data kelembagaan. Teknik pengumpulan data menggunakan tiga teknik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.

Hasil analisis menunjukka nbahwa: (1) Sikap berwirausaha dalam kategori positif (2) pendidikan keluarga berperan penting dalam menumbuhkan sikap berwirausaha siswa (3) Bentukpendidikan yang diberikan sekolah dapat menumbuhkan sikap berwirausaha siswa (4)Pendidikan kewirausahaan dalam keluarga lebih berkontribusi dibanding pendidikan kewirausahaan yang diajarkan di sekolah.

 

Berdasarkan hasil penelitianini, peneliti menyarankan: (1) Bagi siswa, sebagai acuan untuk mempunyai komitmen dalam berwirausaha, mampu mengembangkan usaha dan mempunyai sikap berwirausaha (2) Bagi Kepala Sekolah, sebagai sumbangan pemikiran untuk membuat program-program khusus kewirausahaan seperti mendatangkan wirausahawan sukses sebagai narasumber dalam seminar kewirausahaan, mewadahi siswa yang telah melakukan usaha, dan mewujudkan pemberian modal bagi siswa yang akan membuka usaha (3) Bagi Guru Mata Pelajaran Kewirausahaan, agar dapat memberikan teori yang mencakup kewirausahaan dan memberikan tugas praktek membuat produk yang bernilai jual tinggi dan memasarkan produk tersebut kepada masyarakat secara langsung (4) Bagi orang tua, diharapkan selalu memberi dukungan, motivasi dan saran agar anak termotivasi dalam berwirausaha(5) Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambah obyek penelitian yaitu pendidikan kewirausahan dalam lingkungan masyarakat, karena hal tersebut juga dapat memotivasi dan memberikan pengetahuan sikap wirausaha kepada siswa.