SKRIPSI Jurusan Manajemen - Fakultas Ekonomi UM, 2017

Ukuran Huruf:  Kecil  Sedang  Besar

Perbandingan Tingkat Kesehatan BPR Konvensionaldan BPR Syariah di JawaTimurPeriode 2015-2016: PenerapanMetode Altman Bankruptcy Formula dan RGEC

Arista Dian Permana

Abstrak


ABSTRAK

 

Permana, Arista Dian. Perbandingan Tingkat Kesehatan BPR Konvensionaldan BPR Syariah di JawaTimurPeriode 2015-2016: PenerapanMetode Altman Bankruptcy Formula dan RGEC. Skripsi, Jurusan  Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. H. AgungWinarno, M.M.

 

Kata Kunci: Tingkat Kesehatan BPR Konvenional, Tingkat Kesehatan BPR Syariah, Altman Bankruptcy Formula, RGEC

Industri Bank Perkreditan Rakyat memiliki prospek yang sangat terbuka luas seiring peningkatan jumlah pelaku usaha kecil dan menengah. Dengan demikian dibutuhkan perhatian terhadap tingkat kesehatan BPR agar mampu mempertahankan eksistensinya. Berdasarkan ketentuan Bank Indonesia, salah satu metode dalam mengukur tingkat kesehatan bank adalah RGEC yang meliputi Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, dan Capital. Selain itu, metode diskriman keuangan (Altman Z-score) juga memiliki daya dalam pengukuran tingkat kesehatan suatu bank.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan antara tingkat kesehatan BPR konvensional dan tingkat kesehatan BPR syariah berdasarkan metode RGEC dan Altman. Populasi penelitiannya BPR konvensional dan BPR syariah yang dinyatakan masih aktif beroperasi di wilayah Jawa Timur. Pengambilan sampel masing-masing sebesar lima BPR konvensional dan syariah yang diambil dengan metode random sampling. Analisis data yang digunakan adalah independent sample t-test.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Berdasarkan metode RGEC, BPR konvensional berada pada kondisi yang tidak sehat apabila dilihat dari rasio NPL, LDR, dan NPM sedangkan rasio CR, ROA dan CAR menyatakan bahwa BPR konvensional berada pada kondisi yang sehat. Untuk BPR syariah dinyatakan berada pada kondisi yang tidak sehat berdasarkan rasio NPL, LDR, ROA dan NPM, sedangkan rasio CR dan CAR menyatakan bahwa BPR syariah berada pada kondisi yang sehat. (2) Berdasarkan metode Altman, BPR konvensional berada pada kondisi yang tidak mengalami masalah dalam kondisi keuangannya, sedangkan BPR syariah berada pada gray area. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesehatan BPR konvensional dengan BPR syariah dilihat dari rasio NPL, CR, ROA, NPM, dan CAR. Sedangkan pada rasio LDR memperlihatkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. (4) Terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kesehatan BPR konvensional dan BPR syariah berdasarkan metode Altman.

 

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memasukkan komponen Good Corporate Governance agar dapat tercermin tingkat kesehatan bank berdasarkan metode RGEC yang seutuhnya.